Morowali, batarapos.com
Bentrok warga di perbatasan Desa Keurea dan Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah berlangsung sejak malam tadi Jumat (26/10/18) hingga malam ini, Sabtu (27/10/18).
Informasi yang dihimpun batarapos.com, pemicu bentrok tersebut bermula saat salah seorang inisial AR mabuk di salah satu café (café bintang) di Kecamatan Bahodopi hingga berujung perkelahian, Kamis (25/10/18).
Baca Juga :
- Sumber : Banyak Massa Bawa Parang, Kapolsek Bahodopi : Disini Aman-Aman Saja
- Ketua PWRI Morowali : Aparat Harus Tegas Tangani Bentrok Di Bahodopi
- Bahodopi Bentrok, Empat Korban Luka, Bupati Morowali Turun Langsung
- Suara Gemuruh Dari Bawah Tanah Masih Terdengar Di Poso
- Dugaan Perselingkuhan Bupati Poso, Kadiv Humas : Masih Dalam Proses Penyidikan
- Ruas Jalan Di Kabupaten Poso Ambles
Saat itu juga, Camat Bahodopi (Jalalluddin, SH) tiba di Café Bintang dan memanggil AR, selanjutnya dengan kondisi mabuk AR berteriak mencari orang yang hebat sembari melontarkan kata-kata kotor, sehingga membuat tersinggung pengunjung lain, hingga berlanjut perkelahian.
Tak sampai disitu saja, persoalan tersebut dipertemukan dan di damaikan di Polsek Bahodopi, Jumat (26/10/18) malam, karena melibatkan antar warga pendatang dan pribumi, selanjutnya dihadapan Polisi dan warga lainnya, Camat Bahodopi (Jalalluddin) dan AR meminta maaf atas kata-kata yang sempat dilontarkan saat di café.
Pasca perdamaian, beberapa kumpulan warga pribumi merasa belum puas atas perdamaian tersebut yang melibatkan Camat Bahodopi juga ikut minta maaf, sehinggga bentrokan pun tak terelakkan pagi tadi, Sabtu (27/10/18).
Sasaran kumpulan warga berontak pagi tadi menyisir secretariat KKT dan Rumah Makan Soraya sembari mengejar orang yang ada dalam target tersebut menggunakan parang dan balok, sembari melakukan pengrusakan terhadap banguna tersebut, setelah melampiaskan emosinya, kumpulan warga tersebut membubarkan diri.
Pasca kejadian sekitar 30 menit, Ketua KKT bersama rombongan juga membawa senjata tajam sembari melakukan pencarian terhadap kumpulan warga yang melakukan aksi pengrusakan, sehingga bentrok pun terjadi hingga malam tadi.
Sekitar pukul. 18.00 wita sejumlah warga melakukan pemblokiran jalan dan memeriksa setiap orang yang melintas di poros tersebut.
Menanggapi bentrok tersebut, Bupati Morowali (Drs. Taslim) turun langsung mendamaikan warga yang bentrok, Bupati Morowali yang tiba di lokasi petang tadi langsung berada ditengah-tengah warga, selanjutnya memberi arahan.
(Bupati Morowali, Drs Taslim, beri arahan warga)
Hingga berita ini dikabarkan, Bupati Morowali (Drs. Taslim) masih berada di lokasi bentrok, sementara informasi yang dihimpun, sebanyak empat orang korban luka akibat senjata tajam, tiga orang korban warga pribumi , dan satu orang korban warga pendatang.
Laporan : HS
Editor : Astri