Kembali, Proyek Bangunan Pasar Margolembo Dapat Sorotan Dari Warga - Batara Pos

Peduli Kasih Batarapos


Kembali, Proyek Bangunan Pasar Margolembo Dapat Sorotan Dari Warga

Diposkan oleh On 26 Oktober with No comments


Mangkutana. Batara pos
Proyek pembangunan Pasar Desa Margolembo, Kecamatan Mangkutana, kabupaten Luwu Timur yang dananya bersumber dari Kementerian Koperasi-UKM Tahun Anggaran 2017, baru-baru ini mendapat sorotan dari masyarakat. (10/10/2017)

Pasalnya, pemasangan Tiang beton WIKA yang tidak mengikuti metode kerja,  yang seharusnya menggunakan alat pancang.

Baca Juga :

Sorotan ini, mendapat respon langsung dari Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam untuk segera menghentikan kegiatan tersebut. Dan pihak kontraktor pelaksana diminta untuk melaksanakan pasangan Tiang beton dengan menggunakan alat pancang.

Setelah pihak Kadis DAGKOP-UKM Luwu timur bersama tim PPK melihat proyek tersebut, kegiatanpun dihentikan berkisar 12 hari sampai peralatan pancang tiba di lokasi proyek kemudian pembangunan dilanjutkan.

Namun, kegiatan ini kembali mendapat sorotan tajam dari warga desa Margolembo yaitu Utta Siddik, mengenai masalah pemakaian besi beton pada bangunan Rumah potong hewan (RPH). Yang awal mulanya, pengawas kegiatan sendiri sempat mempertanyakan pada kontraktor pelaksananya mengenai gambar rencana/gambar kerja untuk pemakaian besi pada bangunan tersebut yang menggunakan besi diameter 12, namun pada pelaksanaannya yang dipakai hanya besi diameter 10.

Tidak hanya itu, kecurangan lain pada proyek ini adalah timbunan material urugan, dimana pilihan dari luar ditiadakan. Pelaksanaannya hanya mengkeruk tanah dasar dari ketinggian ke tempat yang rendah, dan yang lebih mirisnya ini atas petunjuk PPK.

Sementara, Konsultan pengawas tidak sependapat dengan cara pengngerukkan tanah dasar untuk dijadikan timbunan, seharusnya kontraktor pelaksana mengambil timbunan dari luar tanggapan lain dari masyarakat.


“Kami sangat meragukan kualitas bangunan ini, mengingat waktu dan pihak konsultan menempatkan orang di lapangan tidak profesional pada bidang yang diawasi.” Kata Utta Siddik.

Ia juga mengatakan bahwa proyek ini anggarannya besar, sekitar 5 milyar rupiah. Pemda diminta lebih selektif memberi/memenangkan rekanan yang nakal datang ke luwu timur untuk berspekulasi saja dengan menghalalkan berbagai cara.



Laporan : HS
Editor : Andi Tenri Ajeng

:)
:(
=(
^_^
:D
=D
|o|
@@,
;)
:-bd
:-d
:p

back to top