toraja utara - Batara Pos

Peduli Kasih Batarapos


Kunker di Torut, Husler Temui Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja

Diposkan oleh On 04 Januari with No comments


Toraja Utara, Batarapos.com
Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler, menyempatkan menemui Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja usai menghadiri syukuran adat rumpun keluarga "Mangrara Banua" atau syukuran rumah keluarganya di Desa Langda, Kecamatan Sopai, Kabupaten Toraja Utara (Torut). Bupati Luwu Timur diterima langsung Ketua Umum Badan Pekerja Sinode Torut, Pendeta Musa Salusu beserta jajaran, di kantornya, Rantepao, Toraja Utara, Jumat (4/1/19).

Kedatangan Bupati Luwu Timur didampingi beberapa Kepala OPD lingkup Pemkab Luwu Timur, diantaranya Asisten Pemerintahan, Dohri As'ari, Kadis Pendidikan, La Besse, Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Andi Habil Unru, dan Kadis Sosial, Sukarti.

Selanjutnya Kadis Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan, Zainuddin, Sekretaris Inspektur, Salam Latief, Kadis Perpustakaan, Satri, Kabag Perlengkapan, Syahrir dan Kabag Humas dan Protokol Alimuddin Bachtiar, Camat Burau, Sukri serta beberapa kepala Desa dari Kecamatan Burau.

Pendeta Musa Salusu menerima kunjungan Bupati dan rombongan dengan penuh sukacita. Menurutnya, Bupati Luwu Timur ini sudah seperti keluarga. Bahkan perhatian terhadap kegiatan keagamaan termasuk kegiatan gereja juga sangat besar diwilayahnya.

"Saya pernah mengikuti kegiatan perayaan Natal disalah satu gereja kecil di Luwu Timur. Saya tidak menyangka Bupati juga hadir dalam acara tersebut. Ini menunjukan perhatian yang luar biasa dari pak Husler ini," kata Musa.


Ia juga mengatakan bahwa, etnis Toraja dan Luwu dalam sejarah punya kedekatan yang tidak terpisahkan. Oleh karena itu, pihaknya sangat mendukung jika program pemekaran Provinsi Luwu Raya itu bisa di wujudkan.

Sementara Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler, dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa kedatangannya hanya sebatas silaturahmi semata. Menurutnya, semangat kebersamaan dan persatuan di Luwu Timur tidak lepas dari peran para Tokoh agama.

Ia juga mengatakan bahwa, Pemerintah Daerah memang menaruh perhatian besar terhadap sektor keagamaan. Beberapa program yang dijalankan telah berjalan dengan sangat baik, seperti bantuan renovasi rumah ibadah, program Wisata Religi bagi pemuka agama hingga dukungan anggaran untuk berbagai kegiatan sektor keagamaan.


Mengakhiri pertemuan itu, Pendeta Musa Salusu dan jajaran berjanji akan berkunjung ke Kabupaten Luwu Timur. (hms/ikp/kominfo)

Bupati Luwu Timur Hadiri Syukuran Adat "Mangrara Banua" Rumpun Keluarga di Toraja Utara

Diposkan oleh On 04 Januari with No comments


Toraja Utara, Batarapos.com
Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler, menghadiri upacara adat "Mangrara Banua" atau syukuran rumah adat Tongkonan Simmin di Desa Langda, Kecamatan Sopai, Kabupaten Toraja Utara. Syukuran adat ini diikuti hampir seluruh rumpun keluarga Thorig Husler dari etnis Toraja, Jum’at (4/1/19).

Prosesi upacara adat itu diawali dengan prosesi mengarak babi oleh beberapa pemuda kemudian dilanjutkan dengan penampilan tarian pagellu dan tarian Pannimbong. Upacara syukuran ini dilakukan atas selesainya rumah keluarga Bupati Luwu Timur di Desa Langda tersebut.


Selain Bupati, syukuran adat Mangrara Banua itu juga dihadiri beberapa Kepala OPD lingkup Pemkab Luwu Timur, diantaranya Asisten Pemerintahan, Dohri As'ari, Kadis Pendidikan, La Besse, Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Andi Habil Unru, dan Kadis Sosial, Sukarti.


Selanjutnya Kadis Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan, Zainuddin, Sekretaris Inspektur, Salam Latief, Kadis Perpustakaan, Satri, Kabag Perlengkapan, Syahrir dan Kabag Humas dan Protokol Alimuddin Bachtiar, Camat Burau, Sukri, serta beberapa kepala Desa dari Kecamatan Burau.

"Terima kasih atas kehadiran seluruh rumpun keluarga kami untuk menghadiri prosesi adat ini. Saya perlu sampaikan, saya ini orang Toraja. Di Luwu Timur masih banyak yang belum tahu bahwa saya orang Toraja. Leluhur saya berasal dari desa ini," ungkap Husler. 


Orang nomor satu di Luwu Timur ini juga tetap meminta doa restu dan dukungan dari seluruh rumpun keluarga agar bisa menyelesaikan amanah sebagai Bupati Luwu Timur dengan sisa jabatan yang tersisa. Ia menyakini bahwa keberhasilannya memimpin daerah ini tidak terlepas dari dukungan seluruh keluarga.

"Meski kita berbeda dalam keyakinan, namun hal itu bukanlah menjadi penghalang untuk tetap membangun silaturahmi dan menguatkan ikatan persaudaraan diantara seluruh keluarga," tandasnya. (hms/ikp/kominfo)



Hadiri Pembukaan SKBKT 2018, Kadis Sosial Luwu Timur Ikut Promosikan Hasil UKM Asal Luwu Timur

Diposkan oleh On 24 Oktober with No comments


Toraja Utara, Batarapos.com, -- Pada Study Karya Bakti Karang Taruna (SKBKT) Tahun  2018 yang dipusatkan di lapangan KODIM 1414 Toraja Utara, Kepala Dinas Sosial P3A Luwu Timur, Drs. Sukarti Saleng, ikut langsung Promosikan Hasil Olahan asal Luwu Timur yang berada di Stand Pameran Kontingen kabupaten Luwu Timur, usai mengikuti acara pembukaan dan Pencanangan SKBKT 2018, Rabu (24/10/18).

Pada kesempatan tersebut, Sukarti Saleng memamerkan berbagai produk UKM asal Kabupaten Luwu Timur kepada puluhan pengujung, tak terkecuali Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan dan rombongan Karang Taruna Provinsi Sulsel yang menyempatkan diri berkunjung ke stand pameran milik kontingen Luwu Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Sukarti menyampaikan ungkapan terima kasih dan rasa bangga kepada seluruh pengunjung terkhusus Bupati Toraja Utara bersama rombongan yang telah menyempatkan berkunjung ke Stand Kabupaten Luwu Timur.

"Perlu kami sampaikan bahwa Kabupaten Luwu Timur membawa berbagai hasil produksi unggulan hasil karya tangan dari unit usaha Karang Taruna Kabupaten Luwu Timur, seperti ikan pangkilang kering khas Towuti, olahan Lada, kripik pisang, kripik jahe dan berbagai souvenir dari olahan daur ulang. (hms/ikp/kominfo)
Camat Tondon : Lunas PBB Skala Prioritas

Diposkan oleh On 18 April with No comments

Camat Tondon, Amos Harma Patulla.

Toraja Utara, Batarapos, - Camat Tondon mengajak warganya taat dalam soal pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta terus pro aktif mensosialisasikan dalam pelunasan PBB 2018.

Kecamatan Tondon, dalam pelunasan PBB mereka terbilang tepat waktu, walaupun masih ada Lembang/Desa soal pelunasan PBB, mereka perlu mendapat pengawasan sehingga PBBnya lunas tepat waktu.

Seperti apa yang di sampaikan oleh Camat Tondon, Amos Harma Patulla, Selasa (18/4/2018) di ruang kerjanya, menyebutkan, soal pelunasan PBB beberapa Lembang/Desa dari 4 Lembang pihaknya terus mengajak Lembang soal lunas PBB tepat waktu. "Selaku Camat kami terus menghimbau Lembang/Desa melunasi PBBnya tepat waktu salah satu mendukung pembangunan Pemerintah, sebab dari pajak Pemerintah dapat melangsungkan program pembangunan," ucap Amos.
Sementara pelunasan PBB tahun kemarin di Kecamatan Tondon pelunasannya tepat waktu walaupun masih ada beberapa Lembang sedikit tersendat. Hasil Musrenbang 2018 usulan warga masih mencuat soal pembangunan infrastruktur jalan. "Pembangunan jalan masih menjadi usulan warga yang dominan," kata Camat.(Doni IP)
Mahalnya Untuk Jabatan Kepsek Di Torut

Diposkan oleh On 17 April with No comments

LSM Aliansi Indonesia Kabupaten Torut Sorot dugaan adanya jual beli jabatan Kepsek, Frederik Sampebua.

Toraja Utara, Batara Pos
Masih ingat, soal pelantikan Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Toraja Utara (Torut) mengundang polimik ditengah-tengah sesama Kepsek, yang dinilainya, banyak terjadi keganjilan saat proses pelantikan Kepsek berlangsung.

Dari adanya Kepsek yang memiliki dua SK, satu sekolah juga terkesan carut-marutnya proses pelantikan tersebut. Malah, ada sejumlah Kepsek di kabarkan mengundurkan diri selaku Kepsek setelah para guru, sebutan "kaum Oemar Bakri" itu menilai pelantikan Kepsek itu dinilai syarat menyimpang serta tidak sesuai dan tidak efektif yang dinilai merugikan para guru.

Amburadulnya pelantikan Kepsek SD belum lama ini, terus menjadi gunjingan masyarakat Kabupaten Toraja Utara yang terkesan dinilai sejumlah para guru bahwa mekanisme pelantikan tersebut syarat dengan "permainan" dan hal itu akan dapat melemahkan mutu pendidikan Kabupaten Toraja Utara yang menjadikan pendidikan sebagai ikon Kabupaten Toraja Utara.

Begitu beredarnya isu yang terjadi saat ini, sejumlah Kepsek untuk menduduki Kepsek tertentu harus rela merogoh kocek mereka kisaran 10 juta hingga 20 juta rupiah.

Jika apa yang dihembuskan oleh sejumlah masyarakat Kabupaten Toraja Utara mendekati kebenaran, ini bertanda lambat laun akan melemahkan mutu Pendidikan yang terjadi di Bumi penghasil kopi ternama ini.

Seperti yang diungkapkan oleh Frederik Sampebua, Senin (17/04/2018) sebagai aktivis LSM Aliansi Indonesia, akibat carut marutnya pelantikan tersebut mengidentifikasikan warna Pendidikan akan semakin suram.

"Ini, president buruk buat dunia pendidikan Kabupaten Toraja Utara, Toraja Utara sektor pendidikan merupakan modal utama, dan apakah kita dapat mengukir sejarah tahun 1960 an, Toraja dikenal sebagai "gudangnya orang pintar" atau sebaliknya," jelas Frederik.

Saatnya, Toraja mengembalikan citra pendidikan yang sempat mengalami masa keemasan itu." Masyarakat Toraja hanya menjadi andalan mereka soal pendidikan, soal potensi alam kita masih jauh dengan Luwu dan daerah lain sektor potensi alam mereka melimpah. Sementara Toraja hanya SDM yang kita andalkan lewat pendidikan yang berkwalitas," pangkas Frederik.

Laporan : Doni IP
Editor : Astri
Warga Miskin Di Torut Kurang Perhatian Dan Terlantar

Diposkan oleh On 16 April with No comments


TORAJA UTARA, Batara Pos
Miris, lima bersaudara keluarga miskin yang tinggal di Lembang Runding Batu Kecamatan Kesu' Kabupaten Toraja Utara ini sangat memprihatinkan, serba kekurangan memaksa mereka harus banyak berpuasa.

Keluarga miskin yang tinggal dalam satu rumah tersebut yakni Pendi (20) memiliki kelainan jiwa, Gandi (22) sementara dirawat di Rumah Sakit Elim, Santo (18) perempuan, juga memiliki kelainan jiwa, Randi (28) sedang mencari pekerjaan di Kabupaten  Morowali, sedangkan Leni (30) ini lebih beruntung dibandingkan saudara-saudara lainnya, pasalnya dia sedang bekerja sebagai cleaning service di salah satu Rumah Sakit.

Sekedar diketahui masyarakat  Kecamatan Kesu', lima bersaudara ini kondisi rumahnya tidak layak huni, sebagian perabot rumah mereka di bagian dinding rumah telah rapuh serta terlihat bolong besar, begitupun lantai rumah tak ubahnya seperti kandang kerbau.

Akibat rumah tinggal tersebut tidak layak huni, sehingga menimbulkan aroma tak sedap lantaran dari lima bersaudara itu nampaknya ada yang sedang sakit terbaring pada kamar yang sama sekali tidak dapat disebut kamar, Santo (perempuan) sedang terbaring lemas yang diketahui mengalami gangguan jiwa.


Mendapat informasi tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Toraja Utara (Elisabeth R. Zakaria) langsung  mengunjungi keluarga kurang mampu tersebut, Senin (16/04/2018) serta memberikan bantuan sembako dan perlengkapan tidur seperti tikar, selimut dan pakaian yang diserahkan langsung oleh Kadis.

"Melihat kondisi warga miskin yang masih ada dalam kota, hal ini membuat  kami sangat prihatin, dan ini ada sistem yang salah yang belum menjadi perhatian pemerintah tingkat Lembang/Lurah, sehingga masih terdapat warga miskin yang terselip di Lembang Rinding Batu luput dari perhatian pemerintah" kata Elisabeth.

Melihat kondisi keluarga miskin ini, sudah selayaknya mendapat perhatian pemerintah setempat serta memprioritaskan bantuan bedah rumah sebagai salah satu dukungan pemerintah mengantisipasi angka kemiskinan.

Laporan : Doni
Editor : Astri
Beberapa Gereja Di Toraja Utara Disterilisasikan Polda Sulsel

Diposkan oleh On 28 Desember with No comments

 

Toraja Utara, Batara Pos
Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan personil BKO Unit K9 Dit Shabara Polda Sulsel melakukan sterilisasi di beberapa gereja yang ada di Kabupaten Toraja Utara.

Tim Gegana Sat Brimobda Polda Sulsel menerjunkan penjinak bom (Jibom), dan Dit Sahabara Polda Sulsel dalam sterilisasi. Selain itu, unit K9 Sit Shabara Polda Sulsel  yang melibatkan anjing pelacak juga diikutkan dalam sterilisasi di tempat perayaan Natal 2017 di Toraja tersebut.

Sterilisasi yang dilaksanakan di lapangan Bakti Rantepao Kecamatan Rantepao Kabupaten Toraja Utara. Rabu (27/12/2017),  sekitar pukul 16.00 Wita. Terlihat petugas menyisir tiap sudut lapangan dengan menggunakan detektor serta seekor anjing pelacak.


BKO Unit K9 Dit Shabara Polda Sulsel, yang dipimpin Aipda Yulianus dan didampingi Bripka Wolter, Bripka Deryanto, Bripka Noyon dan Brigpol Agus Septian.H, bersama Ancak Sus  Handak dengan julukan JAGO dan Unit Jibom Gegana Brimobda Sulsel. 

Yulianus mengatakan, sterilisasi dianggap penting untuk memastikan kelancaran serta keamanan perayaan Hari Natal.

“Untuk hasil sterilisasi yang kita lakukan, belum kita temukan adanya benda-benda yang ada hubungannya dengan bom,” katanya.

Rencananya, sterilisasi akan dilanjutkan ke gereja-gereja yang lainnya. Tujuannya sama, yakni memastikan keamanan perayaan Hari Natal. Proses sterilisasi berjalan kurang lebih 30 menit. Setelah itu, bergeser ke gereja-gereja yang lainnya. "Jelasnya. (Drs)