Baca Juga :
Palopo, Batarapos.com
Ratusan Mahasiswa yang tergabung di dalam aliansi Front Demokrasi Universitas Andi Djemma (FONDASI UNANDA) menggelar aksi solidaritas dengan berunjuk rasa di depan gedung Rektorat Universitas Andi Djemma. Jumat (15/3/19).
Seperti yang diketahui, pada tanggal 31 Januari yang lalu pihak fakultas dengan sewenang-wenangnya mengeluarkan surat keputusan (SK) Skorsing dan SP tanpa melalui jalur komunikasi dengan Komisi Disiplin (Komdis) atau dalam artian tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Mahasiswa yang terkena Surat peringatan dan skorsing karena menuntut perbaikan sarana dan prasarana, Transparansi Uang BOP, uang final, pengadaan dosen agama Hindu serta evaluasi kinerja Dosen di universitas andi djemmaa pada saat itu di fakultas ekonomi yang dipimpin oleh jendral lapangan pada saat itu yaitu Febriansyah.
Adapun nama-nama yang terkena surat peringatan 1 (SP) dan skorsing di antaranya Sartika Anwar, Muh. Rusdin Rahjab, Isvan Abidin, dan Saldi. Dan yang dikenakan SP 2 dan 3 (skorsing) diantaranya Febriansyah skorsing 1 semester (SP 2), Mardanianto skorsing 1 semester (SP 3), dan Komang Jordi segara skorsing 2 semester (SP 3).
Maka dari itu aliansi Mahasiswa yang tergabung di dalam Front Demokrasi Unanda (FONDASI UNANDA) melakukan aksi solidaritas dalam bentuk demonstrasi secara besar-besaran dengan menggunakan almamater Unanda di depan gedung rektorat yang juga kebetulan berada satu lingkup dengan Fakultas Ekonomi.
“Tapi herannya, ketika massa Aksi melakukan aksi demonstrasi, direktorat ketua program studi (KPS) manajemen dalam tulisannya via WhatsApp dengan salah satu Mahasiswa mengatakan meliburkan perkuliahan di kampus ekonomi dengan tidak di dasari alasan yang jelas. Ini lagi-lagi menandakan bahwasanya pihak fakultas maupun rektorat itu sendiri takut untuk menghadapi ratusan Mahasiswa yang menggelar aksi unjuk Rasa pada hari ini," ujar Galang Saputra selaku jendral Lapangan dan Hermawan Tarmuzi selaku wajendlap pada aksi aliansi Mahasiswa hari ini.
Dari unjuk rasa tersebut, massa aksi demonstrasi membawa 3 tuntutan diantaranya Cabut SK Skorsing dan SP yang tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP), Transparansi Statuta Kampus, dan Wujudkan Demokrasi Kampus.
Para Demonstrasi yang tergabung dalam aliansi Mahasiswa Front Demokrasi Unanda (fondasi unanda) mengecam tindakan sewenang-wenang dari pihak fakultas ekonomi dengan mengeluarkan SP dan Skorsing yang tidak sesuai prosedur dan juga mengancam akan kembali berdemonstrasi sekaligus memboikot kampus apabila ketiga tuntutannya tidak diindahkan oleh pihak birokrasi kampus.(Tim)