Baca Juga :
Angkona, Batarapos
Longsor kembali terjadi di Dusun Harapan Makmur 1, Desa Maliwowo Kecamatan Angkona kembali terjadi, Rabu malam (11/10/17) pukul. 22.00 wita , longsor yang terjadi berjarak sekitar 1 km dari jarak Longsor beberapa bulan lalu yang menelan korban jiwa.
Namun longsor yang terjadi saat ini hanya sebagian kecil material berupa bongkahan batu gunung yang terseret air setelah di guyur hujan sekitar beberapa jam.
Warga yang berada di sekitar longsor tidak merasa khawatir dengan kejadian tersebut, menurut warga kejadian tersebut bukan baru kali ini terjadi melainkan kejadian serupa hampir tiap tahun.
Sebagaimana yang dikatakan Mustaring (63) yang tinggal di area tersebut sudah sekitar 20-an tahun, jika dirinya dan warga lainnya tidak merasa khawatir dengan longsor yang tergolong kecil itu, menurutnya kejadian tersebut langganan tahunan dimana hampir tiap tahun terjadi, hanya saja bongkahan batu yang tergerus air ke badan jalan merupakan sisa longsor yang terjadi beberapa bulan lalu.
“ini sudah tradisi di sini, hampir tiap tahun terjadi, jadi kami masyarakat disini tidak merasa khawatir, masalah batu yang terbawa air ke jalan itu batu bekas longsor lalu yang menumpuk, setelah diguyur hujan baru terseret ke jalan aspal” Kata Mustaring kepada Batarapos di lokasi longsor
Ditempat yang sama Sekertari BPBD Luwu Timur (M.Jumardin) mengatakan jika pihak BPBD akan terus memantau perkembangan lokasi longsor, ia menjelaskan jika sampai detik ini belum ada intruksi ke masyarakat untuk mengungsi, pihaknya juga tengah menghubungi pihak terkait guna melakukan pembersihan material di jalan.
“Ini hanya longsor kecil, dan kita juga akan terus melakukan pemantauan di lokasi sampai bisa dipastikan aman, untuk intruksi evakuasi warga untuk mengungsi belum ada, kita lihat perkembangan” jelasnya Kepada Batarapos
Hingga berita ini diterbitkan juga tampak aparat kepolisian Resort Luwu Timur melakukan pemantauan di area longsor, serta material longsor belum dilakukan pembersihan, namun kendaraan tetap bisa melalui jalan tersebut hanya saja harus berhati-hati.
Laporan : HS
Editor : Andi tenri ajeng




