Siswa Di Kuncikan Pagar, Pihak Sekolah Akui Kelalaian - Batara Pos

Peduli Kasih Batarapos


Siswa Di Kuncikan Pagar, Pihak Sekolah Akui Kelalaian

Diposkan oleh On 21 Agustus


Mangkutana, Batarapos

Terkait adanya upload status di salah satu akun Facebook atas nama Ignatius Rhoy M, Senin (21/8/17), yang menampilkan foto para siswa-siswi dan orang tua di luar halaman sekolah dengan ungkapan “ benarkah ga ini uda masuknya jam 6 lewat, pintu pagar di kunci, murid-murid dibiarkan di luar, kira-kira orang tua atau gurunya yang bertanggung jawab kalau ada kecelakaan lalu lintas” 

Baca Juga :

Kepala SDN. 146 Maleku (Damaris Pallan, S.Pd.SD) saat di konfirmasi mengakui kelalaian tersebut, menurutnya ia merupakan kepala Sekolah baru di sekolah tersebut yang baru sekitar ±2 bulan, sehingga banyak kesepakatan bersama hasil rapat, terkait di siplin siswa-siswi maupun para guru yang harus di taati, termasuk jadwal upacara bendera.

Terkait pernyataan yang menyatakan jika pintu pagar di kunci sebelum jam 07.00 wita menurutnya itu tidak benar, karena dirinya sendiri yang memerintahkan kepada Bujang sekolah agar pagar di tutup bukan di kunci karena kegiatan upacara bendera segera di mulai itupun katanya sudah lewat pukul.07.00 wita.

Kelalaian tersebut di akuinya, pasalnya saat akan berlangsung upacara ia memerintahkan bujang sekolah untuk menutup pagar halaman, akan tetapi secara bersamaan bujang sekolah meninggalkan sekolah guna mengantar anaknya yang masih duduk di bangku TK, sehingga bujang sekolah saat itu langsung mengunci pagar karena upacara pun sudah di mulai.

Ia menambahkan jika yang berada di luar pagar saat itu bukan hanya siswa-siswi akan tetapi ada beberapa orang guru yang juga ikut terlambat, dan ia juga mengklarifikasi jika tepat di depan sekolah bukan merupakan jalan poros trans sulawesi, akan tetapi merupakan lorong perkampungan.

Hasil keputusan bersama menurutnya, khusus hari senin upacara bendera di persiapkan jam.07.00 wita, sekitar beberapa menit berbenah atau mengatur barisan siswa, setelah upacara akan di mulai saat itulah pagar akan di tutup, guna menghindari gangguan-gangguan dari luar, Damaris juga telah menerapkan agar orang tua siswa yang mengantarkan anaknya untuk sekolah cukup sampai di pagar saja selebihnya biarkan guru yang mengatur siswa.

Masalah pagar di kunci itu baru kali ini terjadi hanya karena bujang sekolah juga meninggalkan sekolah tanpa pemberitahuan ke pihak sekolah, dan yang selama ini berlangsung jika ada siswa yang terlambat itu di arahkan ke dalam halaman sekolah oleh bujang sekolah sembari menunggu upacara selesai.

“Kami akui kelalaian kami, karena bujang sekolah saat mulai upacara, pergi antar anaknya, sehingga dia kunci itu pagar, selama ini tidak pernah di kunci karena bujang terus ada di pagar, selamanya yang terlambat di araahkan ke halaman sambil tunggu sampai selesai upacara, kalau masalah pagr di kunci sebelum jam 07.00 wita saya kira itu keliru, karena jam .07.00 wita kami baru perisapan, itupun bujaang sekolah masih ada, masalah kelalian kami akui” ungkap Damaris kepada Batarapos. (HS)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
back to top