MALANGKE - Batara Pos

Peduli Kasih Batarapos


Polres Luwu Utara Kembali Meringkus Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur

Diposkan oleh On 30 Juli with No comments


Malangke, Batarapos.com - Kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur kembali terjadi di Dusun Labalubu, Desa Pattimang, Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara.

Unit Reserse dan Kriminal Polres Luwu Utara telah menerima laporan perkara tindak pidana pencabulan anak dibawah umur yang dilakukan oleh seorang Haji inisial AL alias Munding (40) yang tinggal di Dusun Labalubu, Desa Pattimang, Kecamatan Malangke.

Korbannya masih anak ingusan, sebut saja namanya Cece (5) yang tinggal satu desa dengan pelaku,  peristiwa terjadinya pencabulan pada hari Rabu (10/7/19) sekitar pukul 11.00 Wita di rumah AL.

Kapolres Luwu Utara, AKBP Boy FS Samola melalui Kasat Reskrim IPTU H. Syamsul Rijal, membenarkan peristiwa pencabulan anak dibawah umur tersebut. 

Sementara Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) BRIPKA Yuliani, menjelaskan bahwa “Kejadian berawal pada hari Rabu, dimana korban bersama temannya bermain di sekitar rumah pelaku,  kemudian pelaku memanggil korban Cece masuk kedalam rumahnya dan melakukan pencabulan," terang kanit PPA, Yuliani kepada Batarapos.com, Selasa (30/7/19).

Lanjutnya, “Korban merasa ketakutan menceritakan peristiwa yang dialaminya, akibat kejadian tersebut saat korban buang air kecil merasa kesakitan sehingga menceritakan ini kepada orang tuanya, kemudian melaporkannya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) polres Luwu Utara. Dengan nomor laporan polisi. LPB / 145 / VII / 2019 / SPKT /Res Lutra," ungkap BRIPKA Yuliani.

Saat ini tersangka sudah diamankan di rumah tahanan Polres Luwu Utara dan sementara dilakukan pemeriksaan oleh unit PPA. Dan tersangka AL alias Munding akan dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) (2) Subsider Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun,” kata IPTU H. Syamsul Rijal. (Drs) 
Akibat Banjir, Puluhan Rumah Di Kecamatan Malangke Terendam

Diposkan oleh On 14 Juni with No comments


Malangke, Batarapos.com - Akibat hujan deras yang terjadi di wilayah Luwu Utara, mengakibatkan terjadinya banjir di Desa Pattimang, Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara, Jumat (14/6/16).

Kepala UPT Puskesmas Malangke, Sumarni mengatakan bahwa telah terjadi banjir di Dusun Labalubu, Desa Pattimang, Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara yang membuat rumah warga terendam.

“Diperkirakan sekitar 50 rumah lebih ikut terendam banjir untuk sementara, namun kami masih menunggu perkembangannya,“ ujarnya.

Ditanya soal penanganan apakah ada asesment yang dilakukan Tim terkait kemungkinan dampak banjir dapat menimbulkan penyakit? Kepala UPT Puskesmas Malangke, Sumarni, belum meresponnya.

Sementara Ketua Karang Taruna Kecamatan Malangke, Kadding, meminta kepada Warga yang terdampak bencana banjir agar tetap waspada.

“Utamanya para warga yang tinggal di tepi bantaran sungai, kiranya perlu waspada menjaga keluarga, khususnya para anak-anak. Sebab jangan sampai air makin naik yang dapat membahayakan kepada para keluarga masyarakat,“ ucapnya.

Selain itu, Dia juga mengharapkan perhatian Pemerintah agar memantau kondisi banjir dan semoga dapat memberikan solusi kedepannya.

Kata dia, banjir memang adalah bencana tahunan, tapi tentu dapat Hal tersebut dapat dicarikan solusi agar tidak semakin meluap dan Luas yang terdampak. (Ja/Drs)

"Pesta Adat Ma'gawe Samampa", Bupati Indah Harap Jadi Momentum Penyejuk Hati

Diposkan oleh On 15 April with No comments


Malangke, Batarapos.com -- Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani menghadiri Pesta Adat Ma'gawe Samampa di desa Pattimang, Kecamatan Malangke, kabupaten Luwu Utara, Sulsel. Senin (15/4/19).

Ma'gawe Samampa dikenal juga dengan Ziarah Massal. Indah yang di dampingi oleh para SKPD, Camat Malangke Tasman, Tokoh Agama, Tokoh Adat, serta Tokoh Masyarakat berziarah ke Makam Datuk Sulaiman.


Pada kesempatan tersebut Indah mengucapkan rasa terima kasihnya pada para pemangku adat maupun pemangku Agama yang telah berkolaborasi hingga kegiatan berjalan dengan lancar.



"Atas nama Pemda saya ucapkan terima kasih khususnya kepada pemangku adat setempat yang selama ini senantiasa menjaga dan mengawal nilai - nilai adat Luwu. Adat dan agama juga tidaklah harus dipertentangkan, tapi bisa disandingkan karena dalam adat terkandung nilai - nilai Agama," ujarnya.


Bupati Luwu Utara berharap bahwa kegiatan Ma'gawe Samampa agar dijadikan momentum untuk menyejukkan hati dan pikiran.


"Insyaa Allah dengan kegiatan ini hati dan pikiran kita disucikan apalagi kurang lebih sebulan lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan. Dalam beberapa hari kedepan pula kita akan melaksanakan pemilu, mari bersama - sama hindari hoax - hoax yang beredar dan jangan sampai pemilu jadi ajang berbuat dosa tapi mari jadikan sebagai pererat silaturahmi," tutup Indah. (Drs) 

Dua Kali Dianggarkan, Proyek Kantor Desa Takkalala Tak Kunjung Selesai

Diposkan oleh On 30 Januari with No comments


Malangke, Batarapos.com
Proyek kantor desa Takkalala, kecamatan Malangke, kabupaten Luwu Utara kembali dianggarkan, padahal tahun 2018 sebelumnya sudah dianggarkan.

Masyarakat desa Takkalala sepertinya dibodohi oleh kepala desa," ungkap salah seorang warga, sebut saja Marwan.

Sebab ia mengetahui, pada tahun 2018, telah dianggarkan, bahkan pihak tipikor polres Luwu Utara telah berkunjung ke lokasi pembangunan kantor desa tersebut.

"Saya heran dengan kepala desa, karena sudah kedua kalinya anggaran pembangunan kantor desa Takkalala dikucurkan, hingga memasuki tahun 2019,” katanya. 

“Saya sangat prihatin atas tindakan kepala desanya, karena Proyek Dana Desa masih bergulir pemeriksaannya di Unit tipikor polres Luwu Utara," tegasnya.

“Proyek pembangunan kantor kepala desa Takkalala belum ada tanda-tanda artinya masih abu-abu dikarenakan belum ada papan proyek yang terpasang," tambah Marwan.


Hingga berita ini di terbitkan belum ada konfirmasi dari pemerintah setempat.

Untuk diketahui tahap pertama pembangunan Kantor Desa Takkalala juga mendapat sorotan masyarakat dan bahkan masyarakat sempat gelar aksi di Kantor Bupati dan Kantor DPRD Luwu Utara. (Drs)

Sholat Subuh Berjamaah, Indah Mengimbau Jaga Selalu Kebersihan

Diposkan oleh On 28 Januari with No comments



Malangke Barat, Batarapos.com  
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, mengimbau kepada masyarakat desa Cenning untuk senantiasa menjaga kebersihan desa dan lingkungan sekitarnya. Imbauan ini disampaikan usai salat subuh berjemaah dengan warga Desa Cenning, Kecamatan Malangke Barat, Minggu (27/1/19), di Masjid Istiqomah. 

Sholat subuh berjamaah tersebut adalah rangkaian kegiatan semalam di Desa yang telah memasuki tahun ketiga, dan di hadiri para pejabat Lingkup Pemerindah Daerah, Kabupaten Luwu Utara. “Sebuah daerah dikatakan maju jika daerah tersebut bersih, dan Luwu Utara adalah daerah yang ramah, bersih dan melayani,” tutur Indah Putri Indriani.


Mengingat kebersihan adalah salah satu faktor penunjang kemajuan sebuah daerah, maka Indah juga menginstruksikan seluruh Perangkat Daerah untuk senantiasa menjaga kebersihan di lingkungan kerjanya masing-masing. “Karena bersih itu sebagian dari iman, maka saya apresiasi program Dinas PMD untuk desa bersih,” imbuh Indah.


“Kalau tidak bisa membersihkan, maka setidaknya jangan mengotori, dan terima kasih atas sambutan hangat ini. Semoga perjumpaan kita mendapat berkah dan menjadi asbab bagi kita untuk mendapatkan perlindungan dari Allah Swt,” tutup Bupati perempuan pertama di Sulawesi Selatan ini. (Hms/Drs)

Gegara Mesin Babat, Pisau Patah Kaki Terputus

Diposkan oleh On 10 November with No comments

 
(Gambar Ilustrasi)


Malangke, batarapos.com
Nahas nasib warga Dusun Sumbernyiur, Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, Luwu Timur, Taslim (55) yang merupakan imam Masjid Bhabul-Khair Sumbernyiur, harus menahan rasa sakit akibat hantaman pisau mesin babat hingga kaki terputus.

Hal tersebut dialami Taslim saat sedang mengoperasikan mesin babat di kebunnya di Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara, Jumat (9/11/18), sekitar pukul. 10.00 wita.

Saat sedang membabat menggunakan mesin babat, tiba-tiba mata pisau mesin babat yang digunakan menghantam tonggak pohon jeruk sehingga mata pisau patah dan terlepas lalu menghantam tepat dibagian sendi mata kaki yang mengakibatkan kaki terputus.

Melihat kakinya terputus, Taslim langsung membalut menggunakan kain sembari berteriak meminta pertolongan, untungnya saat itu rekannya berkebun mendengar teriakannya sehingga langsung melakukan pertolongan, selanjutnya dilarikan ke RSUD Andi Djemma Masamba, namun nahas kaki yang terputus tidak dapat lagi disatukan (sambung).

Saat dibesuk, kepada batarapos.com Taslim berpesan agar siapapun yang menggunakan mesin babat agar berhati-hati setidaknya melakukan pengecekan lebih awal terhadap mata pisau yang akan digunakan, ia juga berharap agar kejadian yang menimpa dirinya tidak terjadi lagi terhadap orang lain.

“Gunakan mesin babat harus hati-hati, setidaknya periksa dulu mata pisau yang mau digunakan, siapa tau ada bekas mau patah atau longgar, cukup saya yang alami seperti ini, mudah-mudahan tidak terjadi lagi sama orang lain “ pesannya sembari meringis kesakitan.


Kejadian tersebut, bukan merupakan kejadian yang pertama, namun sebelumnya kejadian tersebut juga pernah terjadi di kecamatan yang sama dan daerah lain, sehingga hal tersebut merupakan pembelajaran dan pengalaman bagi siapan pun yang hendak mengoperasikan mesin babat agar teliti dan berhati-hati.

Laporan : HS
Editor : Astri

Ketua Cabang Bhayangkari Luwu Utara Kunjungi Warga Kurang Mampu Di Rampoang

Diposkan oleh On 04 September with No comments




MALANGKE, Batarapos.com, -- Ketua cabang Bhayangkari Luwu Utara, Hana Boy beserta rombongan mengunjungi warga kurang mampu di dusun Rampoang desa Takkalala Kecamatan Malangke, kabupaten Luwu Utara, Selasa (4/9/18).

Hana Boy yang tak lain istri kapolres Luwu Utara mengatakan bahwa tujuan kedatangannya untuk memberikan bantuan berupa sembako kepada warga yang kurang mampu .


"Semoga apa yang kami berikan dapat membantu kepada Warga dan mengurangi beban penderitaannya," kata Ny Hana Boy.

"Semoga apa yang kami lakukan hari ini bermanfaat bagi penerima," Kunci Hana Boy.

Sementara, Salah satu warga yang diberi bantuan mengucapkam banyak terima kasih kepada Ibu bhayangkari cabang Luwu Utara.


"Terima kasih karna sudah jauh-jauh datang ke rumah hanya untuk bawa bantuan," ucapnya.

"Kepala desa setempat tidak pernah memberikan bantuan kepada saya, Selama jadi kepala desa saya tidak pernah dapat bantuan karna saya ini bukan pendukungnya," ungkapnya.

Diketahui ketua Bhayangkari Luwu Utara bersama Rombongan beri bantuan Sembako kepada Lima warga kurang mampu di dusun Rampoang desa Takkalala.

Laporan : Drs
Editor : Astri