Baca Juga :
Mangkutana, Batara Pos
Pasca tewasnya Almarhum Amril alias Ari, yang ditembak mati oleh Aparat Kepolisian di Kecamatan Tomoni Senin (19/2/18), setelah mengamuk menggunakan parang, meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarganya.
Tepat malam ke dua tauziyah di rumah duka, terlihat kesedihan mendalam bagi keluarga terutama bapak Almarhum yang saat ini sedang sakit hanya bisa mengusap air mata yang tak henti-hentinya menetes.
Bapak Almarhum sangat terpukul atas tragedi yang menimpa anak ke tiganya dari empat bersaudara itu.
"Tolong nak, kami orang miskin, orang susah, kenapa keluarga kami di kasi begini" ucapnya sembari mengusap air mata dengan tubuh yang kaku.
Sementara tim media batarapos mencari kebenaran terkait keseharian almarhum di mata masyarakat Desa Teromu yang katanya Almarhum Amril alias Ari dikenal sebagai sosok yang baik dan tidak pernah terlibat masalah dengan orang maupun terlibat kenakalan remaja seperti mabuk-mabukan, sebagaimana yang diungkapkan salah seorang tokoh masyarakat Desa Teromu (H.Nurjihad) kepada batarapos.
"Kami semua hampir tidak percaya saat mendengar kejadian itu kemarin, karena ini Almarhum dikenal disini sangat baik, tidak pernah kita dengar ada masalah remaja yang melibatkannya, apalagi dibilang mau mabuk-mabukan, ini almarhum paling rajin kerja kebun, rajin juga membantu, pokoknya pandangan kami sebagai masyarakat disini, almarhum ini sosok yang baik" ungkap H.Nurjihad
Ditempat yang sama, keluarga besar almarhum terus menunggu keadilan terhadap musibah kematian almarhum Amril oleh peluru aparat yang dinilai proses eksekusinya perlu dipertanyakan.
Laporan : HS
Editor : Astri