WALENRANG - Batara Pos

Peduli Kasih Batarapos


Warga Walenrang  Ditemukan Meninggal Gantung Diri Di Pohon Durian

Diposkan oleh On 15 Maret with No comments



Walenrang Barat, Batarapos.com 
Warga dusun Balong, desa Ilanbatu, kecamatan Walenrang Barat, kabupaten Luwu, di gegerkan dengan penemuan mayat laki – laki, yang bernama Kareso (70), Kamis (14/3/19) sekitar pukul 19:30 Wita, di duga gantung diri dibawah pohon durian, menggunakan seutas tali nilon berwarna kuning dan biru terikat di leher korban.

Jenazah almarhum  pertama kali di temukan oleh tiga warga, yaitu Lukas (21), ibnu (17) dan Saruddin (45). Kepada petugas mereka menjelaskan bahwa, “Sekitar pukul 06;00 Wita,  korban membangunkan kami, kemudian korban pergi sendirian kearah kebun milil korban. Pada pukul 18:00 korban belum juga kembali, sehingga kami mencari korban. Kami menemukan korban sudah tidak bernyawa tergantung di pohon durian,” jelasnya.

Setelah di lakukan pemeriksaan oleh tim medis Pukesmas Walenrang Barat, tidak di temukan adanya  tanda – tanda kekerasan dan korban dinyatakan meninggal dunia akibat gagal nafas dengan tanda-tanda keluar air liur,  air kencing dan mani serta luka Hematom/luka bekas jeratan tali dan pihak keluarga Korban menerima kejadian tersebut dengan ikhlas sebagai musibah.

Berdasarkan keterangan keluarga bahwa  selama ini korban tidak pernah terdengar berselisih paham dengan keluarga/suami, tetangga maupun dengan Masyarakat lain. Korban tinggal sendiri semenjak meniggalnya Isterinya dan sudah sekitar 3 bulan menderita sakit pada leher korban. 
Laporan : Jaya

Video : Satu Rumah Di Walenrang Terbakar, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

Diposkan oleh On 22 Juni with No comments


Walenrang, batarapos.com, - Nasib nahas menimpa Anis (47) warga Desa Walenrang, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, rumah yang ia tumpangi ludes terbakar api, kejadian ini sekitar pukul. 16.00 wita, Sabtu (22/6/18).

Diketahui, Anis hanya menyewa (kontrak) rumah tersebut, saat kejadian penghuni rumah tidak mengetahui jika terjadi kebakaran, hanya dibertahukan oleh orang yang sempat melintas, jika rumah tersebut sedang kebakaran melihat banyaknya kumpalan asap, pasalnya api berasal dari bagian plapon rumah.

"Kami tidak tahu kalau rumah sedang terbakar, karena kami saat kejadian berada dalam rumah, sementara api berasal dari atas plapon, nanti orang lewat yang teriak baru kami panik, yang hanya menyelamatkan diri dan pakaian di badan" ungkap penghuni rumah.


Pemadam kebakaran yang tiba di lokasi dibantu warga burapaya memadamkan kobaran api, namun luapan api yang sudah menyebar luas ditambah dengan bahan plapon yang mudah terbakar membuat api sulit untuk dipadamkan.

Dugaan sementara, sumber api berasal dari konsleting listrik yang dengan cepat meluap membakar bagian plapon rumah, hingga menyebar luas pada seluruh bagian rumah yang mudah terbakar.


Pasca kejadian, ditaksir kerugian penghuni rumah mencapai 180 juta, pasalnya tak satupun barang berharga yang dapat diselamatkan, untungnya dari kejadian tersebut tidak menelan korban jiwa maupun korban luka-luka.

Laporan : Amaluddin
Editor : Astri

Berikut video detik-detik kebakaran :



Bangunan Irigasi volume Drainase, Proyek Ini Di Komplain Warga

Diposkan oleh On 29 November with No comments


Walmas, Batarapos

Proyek pembangunan Daerah Irigasi (D.I) yang melintasi sepanjang kelurahan Bulo, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu yang bersumber dari DAK Tahun 2017, dengan nilai kontrak Rp.862.171.000,- yang dikelola oleh CV.ADI CITRA UTAMA, di konplain warga.

Selain dikonplain warga karena dikerja asal-asalan, juga terkesan mubasir, pasalnya bangunan yang diharapkan menyuplai air persawahan masyarakat secara maksimal namun sumber air yang tidak memadai.

Beberapa masyarakat yang konplain juga menuturkan, jika proyek tersebut diduga mark-up, karena volume bangunan serta volume panjang sangat tidak sesuai dengan Anggaran sebanyak itu, dimana volume ketebalan bangunan yang menerapkan 30cm, sementara lebar bentangan 60cm dan tinggi psangan batu 70cm, dengan panjang volume 650 meter, yang dianggarkan senilai Rp.862.171.000,- yang jika dikalkuasikan anggaran proyek tersebut dalam per meternya dianggarkan senilai Rp.1.326.416,- sangat miris dengan anggaran sebesar itu namun pelaksanaannya dapat disamakan dengan volume irigasi.

Anggota DPRD Luwu, Komisi 3 F. PDI.P, (Erwin Baraba) saat dikonfirmasi menegaskan bahwa, dalam waktu dekat ia akan memerintahkan PPK dan Konsultan terkait untuk melakukan pengukuran, menurutnya memang perlu dipertanyakan dari segi anggaran dan volume bangunan yang sangat tidak sesuai, namun menurutnya hal tersebut akan dirampungkan setelah dilakukan pengukuran.

“Kita akan perintahkan PPK dan Konsultan proyeknya untuk ukur langsung agar bisa dikalkulasi, memang jika dilihat dari segi volume bangunan yang hampir setara dengan drainase sangat tidak sesuai dengan anggarannya, tapi baiknya kita ukir dulu, sumber airnya juga sepertinya tidak memadai untuk menyuplai air persawahan warga” tegasnya

Sementara Konsultan pengawas proyek tersebut (Narto) saat dikonfirmasi membenarkan jika volume yang dimaksud dan anggarannya memang sudah seperti itu, saat ditanyai terkait dugaan masyarakat yang tidak sesuai dengan volme pasangan dan anggaran yang ada, ia membantah keras, menurutnya anggaran tersebut sudah sesuai dengan spesifikasinya karena ada hitung-hitungannya, tetap pada panjang 650meter.

“iya memang volumenya dan anggarannya seperti begitu, masalah tidak sesuainya, tentu sudah di estimasi sesuai volume dan anggaran, dan memang saat ini masih ada kekurangan 70 meter dari total 650meter” kata Narto

Disis lain, ancaman masyarakat akan menutup saluran tersebut jika pasangan bangunan tidak dilanjutkan hingga melewati pemukiman warga, pasalnya jika tidak dilanjutkan akan mengancam genangan air pada pekarangan warga yang mana resapan air diperkirakan akan meluber ke pemukiman warga.

Laporan : HS
Editor : Andi tenri ajeng

Aliansi Formasi Gelar Unjuk Rasa Pemekaran Luwu Tengah

Diposkan oleh On 11 November with No comments


Walmas, Batarapos

Wacana tentang Daerah Otonomi Baru (DOB) ternyata masih terus dituntut oleh masyarakat WALMAS yang Kali ini disalurkan kepada mahasiswa sebagai penyambung untuk menyampaikan Aspirasi rakyat, Tepatnya pada pagi tadi Sabtu (11/11/17) Aliansi FORMASI (Forum Rakyat Mahasiswa) Tana Luwu kembali menyuarakan tentang Pemekaran Kab. Luwu Tengah itu.

Aksi Demonstrasi ini dilakukan mulai Pukul 10:00 wita sampai Pukul 17:00, wita, Mulai dari Jembatan Miring sampai Tribun Lapangan Batusitanduk, Ditengah Kegiatan tersebut, massa Aksi juga menyempatkan diri untuk bersiarah ke makam salah satu Korban Penembakan pada saat demonstrasi tentang pemekaran Luwu Tengah pada tanggal 12/11/2013 lalu.

Salah satu Tuntutan para demonstran adalah usut tuntas kasus Penembakan pada saat demonstrasi 12/11/2013 kala itu, Tuntutan lain juga adalah mendesak pemerintah Indonesia agar segera merealisasikan pemekaran Luwu Tengah sebagai DOB.

"Kami mengharapkan kepada Pemerintah Indonesia segera membentuk DOB Luwu Tengah dan jangan janjikan itu sebagai Jualan Politik semata" Lantang sang Orator.

Menurut (Ilham Makmur) selaku Jendral Lapangan dan Juga ketua IMWAL bahwa Aksi yang berlangsung akan dilanjutkan dengan diskusi bersama.

"aksi ini akan kami lanjutkan dengan dialog dan diskusi yang mengundang Bupati Luwu, DPRD Luwu dan juga Fopkal" kata Ilham

Pada pukul 17:00 wita pasca bertemu dengan Kapolres Luwu mereka melanjutkan Aksi demonstrasi dan melakukan Buka Tutup Jalan.

"Aksi ini sebagai bentuk peringatan agar aspirasi kami dapat dijabah oleh para pemerintah sebagai bentuk perhatian Pemerintah terhadap Rakyatnya" lanjut Ilham

Laporan : HS
Editor : Andi tenri ajeng
 Dilaporkan Perkosa Siswi Di Walenrang, P2TP2A Sambangi Keluarga Pelaku

Diposkan oleh On 31 Oktober with No comments


Walenrang, Batarapos

Marak sebelumnya terkait pemberitaan terduga pemerkosaan Anak di bawah umur yang di amankan aparat Polsek Walenrang dan Personil Polres Luwu, Sabtu (21/10/17) lalu di Kelurahan Bulo, Kecamatan Walenrang Kabupaten Luwu.

Empat belas orang yang diamankan sebelumnya, namun setelah menjalani pemeriksaan satu orang diantaranya di bebaskan, sementara dua terduga pelaku lainnya diserahkan langsung oleh pihak keluarganya, sehingga sampai saat ini pihak Polres Luwu masih menahan sebanyak lima belas  terduga pelaku.

Akibat kejadian tersebut, pihak P2TP2A Provinsi Sulawesi Selatan kunjungi langsung para keluarga terduga pelaku yang saat ini masih diamankan, sebelum tiba di Walenrang Tim P2TP2A juga menyambangi para pelaku di MakoPolres Luwu.

Tim P2TP2A didampingi Kepala Kecamatan Walenrang (Edi Massagala) disambut keluarga terduga Pelaku dan puluhan masyarakat Kelurahan Bulo lainnya.

Kedatangan Tim P2TP2A ditengah-tengah keluarga pelaku bertujuan agar hak anak di bawah umur sebagai terduga pelaku yang masih berstatus pelajar mendapat hak sebagaimana yang diatur dalam UU.

Waridah salah satu Tim P2TP2A kepada seluruh keluarga pelaku utamanya terhadap anak dibawah umur, mengungkapkan bahwa P2TP2A akan berupaya semaksimal mungkin agar para terduga pelaku mendapat pembinaan, dan terus melanjutkan pendidikan.

“Kami akan terus berupaya agar pelaku utamanya terhadap anak di bawah umur agar mendapat pembinaan serta terus melanjutkan pendidikan yang masih berstatus pelajar” ungkapnya ditengah-tengah keluarga terduga pelaku.

Diketahui pertemuan tersebut berlangsung sekitar dua jam lamanya mulai dari pukul 16.00 s/d 18.00 wita, di rumah salah satu masyarakat Kelurahan Bulo Kecamatan Walenrang.

Laporan : Aml
Editor : Andi tenri ajeng