SULSEL - Batara Pos

Peduli Kasih Batarapos


Terekam CCTV, Sebelum Ditembak Mati, Amril Ditabrak Menggunakan Mobil Lantas

Diposkan oleh On 21 Februari with No comments

Tomoni, Batarapos

Aksi penabrakan menggunakan mobil Lalu Lintas terhadap Amril alias Ari (26) sebelum ditembak mati di Tomoni senin (19/2/18) terekam CCTV salah satu toko di Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Aksi ini sangat disayangkan pihak keluarga, dimana sebelum ditembak mati ternyata Amril terlebih dahulu ditabrak memggunakan mobil patroli lalu lintas, yang membuat Amril terhempas dan nyaris terlindas Mobil.

"Parah betul caranya mau dihabisi ini adek pale, ternyata sebelum ditembak ditabrak pakai mobil dulu, kami keluarga sangat menyayangkan kejadian ini dan sangat terpukul" ungkap Alimuddin kakak korban.

Seperti yang tampak pada rekaman CCTV, dimana korban Amril berlari dari arah selatan dihadang mobil patroli lalulintas dari arah utara, dan langsung seruduk, yang membuat Amril terhempas ke sisi kiri mobil yang untungnya tidak terlindas mobil, setelah ditabrak, kembali menyusul mobil Patroli Polsek Mangkutana dari arah yang sama hendak menabraknya namun untungnya Amril masih sempat menyelamatkan diri dan menepi.

Tak hanya sampai disitu, Amril juga sebelum ditembak mati, juga dianiaya menggunakan benda tumpul seperti bambu karena dituding memiliki kekebalan.

"Sebelum ditembak, sempat dipukul bambu, karena katanya kebal bisa selamat dari tabrakan mobil, wajar karena hanya terlempar bukan diinjak mobil, coba diinjak pasti saat itu sudah tidak berdiri lagi" lanjut Alimuddin


Laporan : HS/RS
Edito : Astri


NH Bersama Tim Turunkan Langsung Alat Peraga Di Pilkada Demokratis

Diposkan oleh On 14 Februari with No comments


Makassar, Batara Pos
Memasuki tahapan masa kampanye pemilihan kepala daerah, calon Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid, menurunkan alat peraga sosialisasi berupa baliho. Penurunan baliho dilakukan di persimpangan Jalan Boulevard-Jalan A. P. Pettarani, Makassar, Sulsel, Rabu (14/02/2018) dini hari.

Penurunan alat peraga dilakukan langsung oleh pasangan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar ini bersama sejumlah tim pemenangan. Di antaranya, Jubir NH-Aziz, Risman Pasigai dan Muhammad Natsir; Sekretaris GNH17 Sulsel, Irwan Muin; Wakil Sekretaris GNH17 Sulsel, Nasruddin Upel; Wakil Ketua Koorbid Kepartaian Golkar Sulsel, Arfandy Idris; Ketua Jaringan Koperasi, Rahman Halid; dan Ketua Tim Keluarga, Waris Halid. 


Mengenakan kemeja biru dan celana jeans, NH melepaskan ikatan baliho dengan bambu penopang. Setelah ikatan terlepas, ia bersama tim pemenangan melipat kemudian mengamankan baliho tersebut. 

Ketua Koorbid Pratama DPP Partai Golkar ini menegaskan kembali keikutsertaannya dalam Pilgub Sulsel, bukan hanya untuk menang. Namun, ia mengharapkan terjadinya pelaksanaan yang sesuai asas Pemilu sehingga tercipta pencerahan dalam kehidupan berdemokrasi. 

"Ini menjadi komitmen untuk membuktikan bahwa kita taat asas atas segala aturan KPU dalam pelaksanaan pilkada yang demokratis," ujar NH usai menurunkan alat peraga sosialisasi. 

Sesuai peraturan KPU, tidak boleh lagi ada atribut cagub-cawagub yang terpasang memasuki masa kampanye pilkada serentak pada Kamis (15/02) mendatang. Selanjutnya, alat peraga kampanye secara teknis akan difasilitasi oleh KPU dengan alokasi anggaran Rp18,8 M untuk empat paslon di Pilgub Sulsel 2018. 

  “Dalam PKPU, kami menanggung bahan kampanye serta alat kampanye kandidat,” tutur Ketua KPU Sulsel, Iqbal Latif kepada Batarapos. (Uc/Drs)

Amin Syam Sebut NH-Aziz Unggul Soal Program

Diposkan oleh On 14 Februari with No comments


Makassar, Batara Pos
Pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) mendapatkan nomor urut 1 sebagai kandidat Pilgub Sulsel 2018. Mantan Gubernur Sulsel Amin Syam mengucap syukur, pasangan tegas, merakyat dan religius itu mendapatkan nomor urut sesuai dengan yang diharapkannya. 

Bagi Amin Syam, nomor urut merupakan simbol yang memang mencolok. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa keunggulan program membangun kampung, menata kota untuk Sulsel Baru ala NH-Aziz lebih unggul dari visi kandidat lainnya. 

“Perlu diingat, selain unggul nomor urut, bagi saya adalah bagaimana NH-Aziz berjuang mengimplementasikan program-program yang sudah susun. Visi Sulsel Baru lebih unggul, dan kami sudah bangun strategi untuk bisa disampaikan pesan itu kepada masyarakat Sulsel. Itu yang paling penting," kata Amin Syam. 

“Yang terpenting dari sekadar nomor urut adalah gagasan atau ide dari masing-masing pasangan calon. Soal itu NH-Aziz paling unggul, jangan sampai kita hanya terjebak simbol-simbol saja, nomor, muka, atau simbol semata, tapi visi yang utama," ujarnya menambahkan.

Sembari bersyukur, Amin Syam mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendukung pasangan NH-Aziz. Mendapat nomor urut satu, kata Amin Syam, merupakan pertanda baik bagi pasangan ini dan masyarakat Sulsel. 

"Hari ini, ada pertanda baik. Pertanda baik untuk bersatu, sesuai nomor urutnya. Tapi jangan sampai masyarakat lupa tentang visi NH-Aziz. Program membangun di kampung tidak ada kandidat lain yang bisa menyamai hal itu," tuturnya. (Uc/Drs)

Amin Syam : Nomor Urut 1 Pertanda NH-Aziz Memang Terdepan

Diposkan oleh On 14 Februari with No comments


Makassar, Batara Pos 
Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) resmi ditetapkan sebagai pasangan nomor urut satu dalam Pilgub Sulsel mendatang. Hal tersebut ditetapkan dalam rapat pleno terbuka KPUD Sulsel di Four Points Hotel, Selasa (13/02/2018).

Hadir dalam penetapan nomor urut pasangan Cagub-Cawagub, mantan Gubernur Sulsel, Amin Syam menyebut hal tersebut sebagai pertanda baik. Ia memaknai nomor urut tersebut sebagai nomor terdepan sehingga dapat menjadi spirit pemenangan NH-Aziz. 

"Alhamdulillah NH-Aziz dapat nomor urut satu. Ya terdepan dong," ujarnya usai rapat pleno. 

Amin Syam pun berharap, pasangan dengan nomor urut satu ini nantinya bakal menjadi pemenang Pilgub Sulsel. 

"Mudah-mudahan ini suatu tanda bahwa  sinyal untuk keberhasilan. Insya Allah dengan usaha dan kerja keras mesin pemenangan menuju Sulsel Baru," bebernya. 

Sementara itu, NH berujar, semua nomor urut adalah ketetapan baik dari Allah Swt. Ia pun mengharapkan, diberikan kemudahan agar mampu memenangkan pesta demokrasi ini. 

"Insya Allah yang dicabut ini adalah nomor baik," tuturnya. (Uc/Drs)

NH-Aziz Gelar Zikir Akbar Diawal Perjuangan Bersama Tim Dan Relawan

Diposkan oleh On 14 Februari with No comments


Makassar, Batara Pos
Jajaran pengurus partai pengusung dan tim relawan pemenangan pasangan calon Gubernur-Calon Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar menggelar zikir dan doa bersama di samping kediaman NH, Jalan Mapala, Makassar, Senin malam, (12/02/2018). Setiap tahapan pilgub selalu diawali pasangan ini dengan doa dan zikir kepada-Nya.

Hadir dalam kesempatan tersebut, istri Aziz Qahhar, Sabriati Aziz;  Ketua Harian Golkar sekaligus Ketua Tim GNH17, Moh. Roem; Ketua Bappilu Golkar Sulsel, Kadir Halid; dan Ketua Tim Keluarga, Waris Halid. 

Zikir dipandu oleh beberapa pemuka agama di Sulsel, di antaranya Ustadz Anwar dan Ustadz Azhar. Zikir sesuai hakikatnya, kata Anwar, dilakukan untuk mengingat dan mengharapkan rahmat Allah. Rahmat yang dimaksud termasuk agar NH-Aziz dapat mendulang kesuksesan dalam pilgub tahun 2018. 

"Manusia diciptakan oleh Allah agar menjadi khalifah dan semoga beliau (Pak NH) juga hadir untuk menjadi pemimpin di Sulawesi Selatan," tuturnya. 

NH menuturkan, zikir dan doa bersama kali ini digelar agar mampu memperoleh keberkahan dan kemudahan dalam menyongsong tahapan selanjutnya. Setelah penetapan calon gubernur, lanjut pasangan Aziz Qahhar ini, upaya pemenangan pilgub akan semakin digenjot. 


"Alhamdulillah telah ditetapkan sebagai calon Gubernur Sulsel. Kita bersama-sama memohon doa kepada Allah Swt. agar langkah ke depan dalam menghadapi pertarungan yang semakin ketat, Insya Allah bisa memperoleh rahmat kemudahan memenangkan pemilihan gubernur," pesannya.

Tak hanya kepentingan kelompok dalam mendoakan kemenangan NH-Aziz, zikir dan doa bersama juga digelar agar proses Pilgub dapat berjalan secara sehat dan taat asas. Pasangan ini senantiasa berkomitmen dalam menghadirkan pencerahan demokrasi di Sulsel. 

"Kita juga berdoa agar terciptanya pilkada yang demokratis. Besok akan dilakukan pengundian nomor urut calon, semoga besok dan seterusnya KPU bisa menjalankan tugasnya dengan baik," harapnya. (Uc/Drs)

Dinsos Utus Petugas TKSK Ikut Bimtap Pendamping Sosial Di Makassar

Diposkan oleh On 09 Februari with No comments


Makassar, Batara Pos
Dinas Sosial Kabupaten Luwu Utara mengutus 15 petugas Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) untuk mengikuti Bimbingan Pemantapan (Bimtap) Pendamping Sosial Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) Wilayah III di Hotel Max One Makassar. 

Aswan, salah seorang Petugas TKSK Luwu Utara yang ikut kegiatan tersebut mengatakan bahwa dirinya bersama 14 petugas TKSK asal Luwu Utara ikut pertemuan tersebut semata-mata untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat Luwu Utara.

“Kita diutus ikut bimbingan ini dalam rangka untuk pengentasan kemiskinan. Semua pendamping, termasuk kami dari TKSK diminta bersatu di lapangan untuk megentaskan kemiskinan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan rakyat,” ujar Aswan, Kamis (08/02/2018) kemarin, di Makassar. 

Kegiatan Bimtap Pendamping Sosial Bantuan Pangan Non Tunai yang berlangsung selama dua hari ini dihadiri Menteri Sosial RI Idrus Marham, Dirjen Penanganan Fakir Miskin, Kadis Sosial Sulsel, dan diikuti 589 peserta dari seluruh Sulawesi Selatan. “Menteri Idrus Marham hadir memberikan langsung pencerahan kepada kami,” pungkasnya. (Lh/Drs)
Klinik Boro Keluarkan Surat Keterangan Luka, "Siapa Bilang Tidak Ada Luka Pada Korban Nuraedah"

Diposkan oleh On 22 Januari with No comments


Jeneponto, Batara Pos
Salah satu fakta otentik yang sangat jelas tidak dikembangkan oleh jajaran Polsek Kelara di bawah Intruksi Salman Salam,SH selaku Kapolsek dalam menangani kasus penganiayaan warga warga Dusun Junggea Desa Kassi Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto.

Yakni adanya surat keterangan yang dikeluarkan oleh Klinik Boro dengan legalitas hukumnya dalam beroperasi untuk melayani kesehatan masyarakat dimana tempat pertama sekali korban Nuraedah memeriksakan diri setelah ada gejala akibat penganiayaan pelaku Ramli.

Sebelum korban Nuraedah mendapat penanganan serius dari rumah sakit Lanto Dg.Pasewang selama beberapa hari tepatnya 4/11/2017 Klinik Boro melakukan pemeriksaan terhadap Korban bahkan berani dengan jelas dan terang-terangan serta sangat terbuka membeberkan kondisi korban Nuraedah dengan mengeluarkan surat keterangan luka.

Dalam surat keterangan luka yang ditanda tangani Basro Nuhung SKM selaku penanggung jawab Klinik Boro menjelaskan bahwa korban Nuraedah mengalami Suspek Trauma Capitis akibat Turan Benda Tumpul dalam meyakinkan aparat Kepolisian Polsek Kelara bahwa laporan yang bersangkutan tidak mengada-ada atau Kepolisian harus berhasil mendapatkan bukti kuat bukan kegagalan.

"Jika polisi tidak percaya boleh menelpon saya 082348888990" tutur Sapo mengutip ucapan Mantri Basro Nuhung.

Dalam konfirmasi Basro Nuhung SKM (Klinik Boro) kepada media ini membenarkan surat keterangan luka untuk korban Nuraedah akibat penganiayaan yang di tanda tanganinya lengkap dengan nomor telepon untuk di hubungi 19/1/2018.

"Siapa bilang tidak ada luka pada korban Nuraedah" jelas Basro Nuhung SKM (Dg.Rate) singkat.

Surat Keterangan Luka Klinik Boro seperti tidak menampar wajah jajaran aparat Kepolisian Polsek Kelara sedikitpun untuk memperkuat laporan korban penganiayaan bahkan gagal menjerat pelaku dengan pasal yang lebih berat.

Bahkan terlihat ada penolakan jajaran Polsek Kelara melakukan permintaan visum lanjutan kepada rumah sakit Lanto Dg.Pasewang padahal sudah sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku dan tidak bertentangan dengan aturan pihak rumah sakit Lanto Dg.Pasewang, sepertinya Surat Keterangan Luka milik Klinik Boro isinya sangat meyakinkan kebenarannya.

Tidak alasan Kapolres Jeneponto AKBP Hery Susanto tidak transpan mengawasi jajarannya bahkan menindak tegas anggotanya yang terlibat permainan peraktek hukum seperti oknum yang melemahkan hukum dimana kasus ini sudah dalam pengawasan Polres Jeneponto.

"Jangan bingungkan kami dengan proses hukum yang bertentangan dengan fakta yang ada", tutur keluarga Korban penganiayaan yang tidak ingin membeberkan identitasnya. (Zul)