Pangkep - Batara Pos

Peduli Kasih Batarapos


Kapolres Bersama Kanit Laka Turun Langsung Gatur Pagi Ke Jalan

Diposkan oleh On 03 Januari with No comments


Pangkep, Batarapos.com
Di pagi hari begitu ramai seiring dengan perkembangan mobilitas kendaraan lalu lalang baik roda empat maupun roda dua begitu padat, melihat kondisi ini, Kanit Laka lantas Polres Pangkep Ipda Djoni Dwijanto turun ke jalan. Rabu  (2/1/19).

Hal ini tidak lain untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat berupa pengaturan arus lalu lintas di jalur perempatan jalan ketimun dan sebagai wakil padal juga mempunyai tanggung jawab untuk melaporkan kekuatan personil ke piket 700.

Kapolres Pangkep mengontrol personil yang melaksanakan pengaturan arus lalulintas baik di jalan poros provinsi, di pasar maupun di sekolah.


Sebagai Kepala Kepolisian Resor Pangkep AKBP Tulus Sinaga, S.I.K.,M.H mengontrol situasi kamtibmas di wilayah hukum polres Pangkep dan mengecek personil yang melaksanakan strong poin pagi, melihat kanit laka lantas sendiri melaksanakan pengaturan kapolres pangkep ikut serta membantu memperlancar arus lalu lintas di perempatan jalan Ketimun Mappatuwo.

Melihat situasi yang demikian Kanit Laka Lantas Polres Pangkep, tidak tinggal diam namun juga ikut terjun langsung memantau kegiatan strong point bersama kapolres yang kebetulan mengontrol personil di jalan poros Makassar-Pare yang termasuk kendaraan cukup padat dan cuaca hujan di pagi hari.

“Tujuan Strong Poin sendiri adalah Program Polri pagi hari sebagai Bentuk melayani masyarakat lebih dini, dengan pengaturan arus lalu lintas serta menyeberangkan anak sekolah dan terkadang menyeberangkan seorang ibu-ibu, ujar Kapolres. (Drs)

Kapolres Pangkep Berikan Reward, Kepada Anggota Berprestasi

Diposkan oleh On 12 November with No comments


Pangkep, Batarapos.com
Kapolres Pangkep AKBP Tulus Sinaga mengapresiasi anggotanya sekaligus memberikan reward terhadap anggotanya yang berprestasi dalam melaksanakan tugas, penyerahan penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolres di halaman Mapolres Pangkep. Senin (12/11/18).
”Anggota yang mendapatkan Reward adalah anggota yang aktif dan tercepat dalam melaksanakan Strong Point di jalan, Bripka Muh. Amir namanya seorang Bhabinkamtibmas dari Polsek Minasatene, karena dedikasinya melaksanakan Strong Point lebih awal dari waktu yang telah ditentukan," ucapnya.

Dikatakan Kapolres, bahwa Pak Amin ini selalu hadir di posnya kisaran pukul 06.15 sampai 06.25 Wita sudah mengudara melaporkan posisinya, jauh lebih cepat dari pada waktu yang telah ditentukan yakni pukul 06.30 Wita.

Lanjut Kapolres, “marilah kita melihat beliau, Pak Amir itu sudah mau pensiun tapi masih menunjukan dedikasinya, logikanya yang masih panjang perjalanan kedinasannya di kepolisian harus melebihi Pak Amir,” ujar beliau.

Diakhir arahannya, Kapolres Pangkep mengucapkan selamat ulang tahun kepada anggota yang berulang tahun minggu ini. (Drs)

Sang Jendral Peduli, Sambangi Warga Kurang Mampu Di Pangkep

Diposkan oleh On 10 Agustus with No comments


PANGKEP, Batarapos.com, -- Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Risyapudin Nursin mengungkapkan keprihatinannya terhadap warga yang kurang mampu di daerah Sulawesi Selatan.

Dalam hal ini, Brigjen Risyapudin memberikan santunan secara langsung kepada warga yang kurang mampu, bertempat di Kp. Gatta Gattareng Desa Taraweang Kec. Labakkang Kab. Pangkep pada pukul 11.00 Wita, Kamis (9/8/18) Siang.


Orang nomor dua di Polda Sulsel itu memberikan santunan berupa sembako kepada Ibu Ma’Dello. Beliau sekarang sudah menginjak umur 60 Tahun. 

Ibu Ma’Dello sudah lama tinggal di rumah gubuk yang sangat sederhana. Bahkan bisa di bilang rumah tidak layak huni. (Drs)
Bupati Luwu Timur Hadiri Peresmian Pusat Penelitian Kakao Pangkep

Diposkan oleh On 20 November with No comments


Pangkep. Batara pos
Bupati Luwu Timur HM. Thorig Husler menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kakao PT. Mars Syimbioscience Indonesia di Desa Attang Salo, Ma'rang, Pangkep, Sulawesi Selatan, Selasa (18/11/2017).

Peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Wakil Presiden (Wapres) RI H. M. Jusuf Kalla  ditandai dengan penekanan tombol multimedia sebagai tanda dimulainya pembangunan pusat penelitian kakao tersebut.

Pusat penelitian dan pengembangan teknologi kakao yang dibangun di atas lahan seluas 95,2 Ha melengkapi fasilitas serupa yang sebelumnya di Desa Tarengge,  Kecamatan Wotu,  Kabupaten Luwu Timur yang dibangun pada tahun 2010. 


Dalam sambutannya, Wapres H. M. Jusuf Kalla mengungkapkan bahwa Indonesia selalu berusaha meningkatkan produksi kakao. Saat ini, Indonesia berada di peringkat tiga produksi kakao dunia. Produksi Indonesia berada di bawah Ghana dan Brasil. "Kalau negara-negara itu bisa dua ton per hektare, kita baru sekitar 600-700 kilogram per hektare," katanya.

Namun Kalla optimistis Indonesia bisa mengejar jumlah rataan produktivitas kakao per hektare yang dimiliki negara lain. Apalagi, Indonesia memiliki lahan dan petani dengan kemauan keras.


"Satu salah upaya adalah bagaimana tingkatkan teknologinya lewat penelitian, percobaan, dorongan, penyuluhan, lewat bibit yang baik pupuk yang baik, barulah kita bisa mencapai apa yang kita cita-citakan untuk naik peringkat," kata Kalla.

Usai sambutan Jusuf Kalla bersama Board of Director Mars Frank Mars dan para petinggi Mars Cocoa, Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo meletakkan batu pertama pembangunan pusat penelitian. Mereka juga menanam pohon kakao di lingkungan itu.

Pada kegiatan tersebut Bupati Luwu Timur yang didampingi Kadis Pertanian Muharif dan Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan H. Budiman berkesempatan mengunjungi Stand Pameran SMKN 2 Luwu Timur yang ikut berpartisipasi pada Expo Mars dan Kakao yang digelar 16-18 November 2017 di sekitar lokasi tersebut.



Personil Polres Pangkep Tangkap Dua Pelaku Penyalahgunaan Narkotika

Diposkan oleh On 28 Oktober with No comments


Pangkep. Batara pos
Personil Polres Pangkep telah berhasil menangkap dua orang terduga penyalahgunaan narkoba sekitar pukul 15.30 wita. Mirisnya, salah satu pelaku merupakan wanita separuh baya.

Penangkapan ini terjadi jumat (27/10) di Pulau Balang Lompo, kelurahan Mattiro sompe, kecamatan Liukang Tupabiring, kabupaten Pangkep, Sulsel. Penangkapan kedua Tersangka yaitu inisial MA (28) warga Pulau Balang Lompo, kelurahan Mattiro sompe, kecamatan Liukang Tupabiring, kabupaten Pangkep, Sulsel  dan inisial JA (70) warga kampung Sapiria, kelurahan Beroangin, kecamatan Tallo, kota Makassar yang kedapatan menyimpan narkotika jenis sabu oleh personil polres pangkep.

Berawal dari penangkapan pelaku inisial JA (28) yang bertempat di Pulau Balang, kel. Mattiro Sompe, kec. Liukang Tupabiring ditemukan menyimpan narkotika jenis sabu yang disimpan didalam saku celana sebelah kanan.  Setelah diinterograsi pelaku mengatakan bahwa sabu tersebut diperoleh dari daerah kampung Sapiria, kota Makassar.

Kemudian, Personil Polres Pangkep melakukan pengembangan ke kampung  Sapiria, kota Makassar tempat dimana narkotika jenis sabu tersebut diperoleh dan mengamankan JA (70) yang merupakan wanita separuh baya.


Penangkapan tersebut didasari pada laporan polisi LP / 64 / X / 2017 / RES BONE, tanggal 28 Oktober 2017.


Dari hasil penangkapan, ditemukan barang bukti berupa dua buah sachet plastik bening double klip yang berisi butiran Kristal yang diduga narkotika jenis sabu, satu buah jarum kompor, satu buah sendok sabu, dua buah korek api gas, satu buah gunting, dan satu buah tas kecil berwarna merah.

Selanjutnya, kedua tersangka beserta barang bukti diamankan dan dibawa ke Polres Pangkep untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.



Laporan : HS
Editor : Andi Tenri Ajeng

Bola Panas Korupsi Menggelinding, Kepala BPBD Pangkep Bertemu Kapolres Untuk Bersilaturahmi "Jangan Tanyakan Itu"

Diposkan oleh On 19 September with No comments


Pangkep Batara pos
Jika mengingat peristiwa bencana alam angin kencang puting beliung di Kabupaten Pangkep pada Kamis 22/12/2016 lalu, dan merusak sejumlah rumah tentu yang ada di benak kita bagaimana akan nasib mereka yang menjadi korban, dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangkep sendiri merilis total secara keseluruhan yang rusak adalah 219 rumah, di antaranya pada Kecamatan Mandalle 118 rumah, Kecamatan Segeri 64 rumah, Kecamatan Ma'rang 34 rumah, Kecamatan Labakkang 1 rumah dan Kecamatan Pangkajene 2, kendati tidak ada korban jiwa namun telah membuat masyarakat Indonesia telah berduka cita.

Menyikapi hal tersebut langkah yang di tempuh oleh pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah yakni menyetujui untuk menganggarkan penanganan bencana tersebut guna membantu meringankan beban masyarakat yang terkena musibah, namun anggaran tersebut sepertinya sudah menjadi makanan para koruptor sebagai lahannya dalam kesempatan untuk mendulang kekayaan melakukan perbuatan korupsi guna memperkaya diri sendiri atau orang lain sesuai aturan UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Korupsi.

Maka siapakah yang menjadi pelaku koruptor ?, dan bagaimana bentuk perbuatan korupsinya ?, masyarakat indonesia sangat prihatin, mereka bertanya akan di bawa kemanakah bangsa ini, jika sebuah penyimpangan terlihat jelas dalam mengelola keuangan Negara khususnya pada dana penanggulangan bencana yang di duga telah merugikan negara pada penanganan bencana seperti ini, kemanakah penegak hukumnya dalam menangani kasus tersebut, sudah selayaknya mereka melakukan jumpa pers agar informasinya diketahui oleh publik.

Sudah menjadi sorotan media dan kebal terhadap pemberitaan bisa jadi akan menjadi kekebalan hukum bagi mereka yang terlibat, dalam informasinya pada satu sisi mereka sudah di dalam penanganan proses hukum tetapi anehnya di lain sisi pelanggaran hukum kembali terjadi pada instansi dan anggaran yang masih sama, bagaimana gambarannya ?.

Melalui Instansi BPBD, Pemerintah Kabupaten Pangkep telah menganggarkan dari anggaran APBD Tahun 2017 sebesar kurang lebih 1,3 Milyar untuk menanggulangi bencana tersebut, tak hanya itu sejumlah sumbangan dalam bentuk dana dari donatur juga mengalir untuk membantu para korban bencana, diantaranya Nurdin Halik calon Gubernur Sulsel menyumbang 100 juta dan Syamsu Niang anggota DPR RI menyumbang 200 juta.

Dalam penyalurannya menurut Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dalam bentuk pengadaan atap jenis seng, pada seluruh wilayah yang terkena bencana angin puting beliung di Kabupaten pangkep, menurut informasi pengadaan atap berjenis seng tersebut berhasil di belanjakan senilai kurang lebih 400 juta, namun jadi temuan korupsi dan sementaa dalam penanganan proses hukum sebab di duga rekanan kontraktor pelaksana merupakan keluarga dari Kabid (PPK) sendiri, belum cukup bermasalah pelaksanaan berlanjut pada sebuah wilayah yang terkena bencana yakni khusus wilayah Kecamatan Ma'rang.

Pada wilayah Kecamatan ini kendati terlaksana pengadaan atap jenis seng tidak dilakukan melainkan atap berjenis Spandek dengan panjang di perkirakan 16.000 Meter dengan anggaran Rp.695.435.000 rupiah parahnya anggaran ini tidak di tenderkan dan bertentangan dengan Perpres No.70 Tahun 2012 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

Modusnya kuat dugaan telah ada niat jahat di mana tidak terdapat empat rekanan dalam pelaksanaan di lapangan namun terdaftar dalam proses pencairannya diantaranya CV Arta Prima kontrak 17 Februari s/d 17 Maret direktur Ikbal dengan anggaran Rp.126.581.000, CV Jafa Pratama kontrak 17 Februari s/d 17 Maret direktur Zulfahmi.Ar dengan anggaran Rp.177.646.000, CV Citra Buana kontrak 17 Februari s/d 17 Maret direktur Hj Fatmawati Yusuf dengan anggaran Rp.199.114.000, CV Sarwa Pentas Persada kontrak 17 Februari S/D 17 Maret direktur Marwan Bandu,SE dengan anggaran Rp.192.064.000, selain itu harga spandek juga dianggarkan sangat mahal akibatnya mark up anggaran tidak dapat dihindari.

Selain itu telah menjadi pertanyaan kendati menepis masih dalam proses pencairan, apakah rekanan tersebut hanya di pakai untuk mencairkan dana pengadaan spandek ? dan apakah direktur perusahaan tersebut mengatahui pengadaan tersebut ? yang berpotensi merugikan keuangan negara dan unsur pidana, dan belum ada informasi kegiatannya telah di audit.

Sudah mendapat sorotan media dalam konfirmasi melalui handphone pada jam kerja, Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Pangkep H.Herman selaku pelaksana tugas (PLT) terkait masalah ini mengatakan sedang berada di Kantor Polres untuk bertemu Kapolres dan mendapat pertanyaan dalam rangka kagiatan apa, H.Herman menjawab untuk Silaturahmi namun merasa berang mendapat pertenyaan tersebut dan langsung mematikan telepon.

"Saya ketemu dulu pak Kapolres bos, kalo tidak percaya tanya maki adaka di kantor Polres sekarang, di kira main-mainka lagi bos, saya tidak mau bermain-main dengan wartawan, ini dalam rangka silaturahim jangan maki tanyakan itu (karena naik pitam telepon dimatikan)" jelas H.Herman.

       Kemanakah arah bola panas korupsi menggelinding ?, tentu sebuah proses hukum yang luar biasa mengharapkan semua unsur pihak tanpa terkecuali untuk dapat melakukakan pemantauan ketat terkait kasus ini, agar citra penegak hukum tidak tercederai. (Zul)

Pelajar SMP Temukan Ratusan Amunisi dan Granat Nanas

Diposkan oleh On 07 September

Pangkep. Batara pos
Subhan (14) seorang pelajar sekolah menegah pertama (SMP) Negeri II Segeri bersama teman-temannya, awalnya mereka hanya pergi mencari batu untuk dibuat permata cincin pada minggu (3/9/2017), kemarin. Cuman Subhan baru cerita kepada teman-temannya. Senin (4/9/2017).

Berdasarkan keterangan dari keluarga Subhan kepada Batarapos.com bahwa ada Ratusan  Amunisi dan Granat Nanas serta sarung senjata kode USA ditemukan oleh kelompok pelajar di Sumpang Leang Kampung Amputtang Desa Baring Kecamatan Segeri Kabupaten Pangkep.

Subhan menceritakan hasil temuannya kepada teman-temanya, Selasa (5/9/2017). Ia, bersama temannya kembali ke Goa tersebut untuk mengambil benda yang ditemukannya, dari sejumlah benda temuan itu ada yang menyembunyikan di dalam lemari dan ada juga yang menyimpannya di belakang rumah, untuk disembunyikan. 

”Dari sejumlah temuan Subhan dikumpulkan ternyata Benar, sebanyak 103 butir amunisi, 4 granat nanas dan 2 sarung senjata serta sebuah detonator yang ditemukan oleh pelajar di Kabupaten Pangkep, ”Kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, 
Dicky menjelaskan, Alif (14) salah satu pelajar yang juga adalah anak Kepala Desa (Kades) Baring menceritakan kejadian tersebut kepada ayahnya. Arsyad kemudian melaporkan penemuan granat tersebut ke pihak kepolisian.

”Saat ini semua barang yang ditemukan oleh pelajar SMP Negeri II tersebut telah diamankan di Polsek Segeri untuk kemudian dilakukan pemeriksaan, ”Terang Kombes pol Dicky Sondani

Laporan : Bur/Drs
Editor : Andi Tenri Ajeng