Bali - Batara Pos

Peduli Kasih Batarapos


Lutim Jual Potensi Dan Paket Wisata Di Bali Beyond Travel Fair 2019

Diposkan oleh On 28 Juni with No comments


Bali, Batarapos.com - Untuk kali pertama, Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, ikut dalam kegiatan Bali Beyond Travel Fair (BBTF) 2019 yang digelar dari tanggal 24-29 Juni 2019 di Nusa dua Bali Convension Center (BNDC), dan dibuka langsung Menteri Pariwisata, Arif Yahya.


Kegiatan BBTF 2019 ini merupakan ajang pertemuan ratusan penjual (sellers) dan pembeli (buyers) dari luar negeri dan sejumlah daerah di Indonesia yang  akan dijadikan travel fair tingkat dunia.


Pada event bergengsi ini, Luwu Timur menjual beberapa potensi Wisata unggulan, seperti Danau Matano, Matabuntu, sungai Malili, pantai Lemo, Ujung Suso dan Banua Pangka, serta sejumlah paket perjalanan wisata yang ditawarkan kepada wisatawan yang berkunjung ke Lutim.


"Alhamdulillah sudah bertemu buyers dari berbagai negara, antara lain India, Singapore, Australia, Thailand, Indonesia, dan dikunjungi oleh MNC travel Group," ujar Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Luwu Timur, Hamris Darwis, didampingi Kepala Seksi Promosi Objek dan Daya Tarik Wisata, Hasratang.


Menurut Hamris, Bali Beyond Travel Fair 2019 merupakan ajang promosi yang dapat mengangkat nama Kabupaten Luwu Timur ke kancah Internasional dengan berbagai potensi wisatanya. (ikp/kominfo)

Peringatan Hari Malaria Sedunia 2019, Husler Di Daulat Bacakan Komitmen Eliminasi Malaria di Bali

Diposkan oleh On 13 Mei with No comments


Bali, Batarapos.com - Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler di daulat membacakan komitmen Eliminasi Malaria mewakili 11 Kabupaten/Kota se-Indonesia pada Peringatan Hari Malaria sedunia 2019, yang berlangsung di Desa Budaya Kartalangu Denpasar Bali, Senin (13/5/19)

Selain membacakan komitmen, Husler juga menerima Sertifikat Eliminasi Malaria dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M (K) Pada Hari Malaria Sedunia tahun ini, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) bersama Pemerintah Republik Indonesia membangun kemitraan untuk mengakhiri kasus malaria di berbagai Daerah di dunia, khususnya di Indonesia. Kegiatan ini mengusung tema "Zero Malaria Starts with Me" yang berarti "Nol Malaria Dimulai dari Saya" pada Hari Peringatan Malaria 2019 ini.


WHO melalui laman resminya mengingatkan pentingnya gerakan kampanye di Hari Malaria Sedunia 2019. Karena itu, diperlukan tindakan mendesak untuk mendapatkan respons global terhadap malaria. Tantangan itu terutama ada di negara-negara yang paling terkena dampak malaria.

Pada peringatan Hari Malaria Sedunia ini, ada 11 Kabupaten terpilih dari 7 Provinsi yang menerima sertifikat tersebut yakni Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan, Aceh Barat Provinsi Aceh, Bungo Provinsi Jambi, Muaro Provinsi Jambi, Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi, Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi, Lampung Barat Provinsi Lampung, Cilacap Provinsi Jawa Tengah, Kebumen Provinsi Jawa Tengah, Hulu Sungai Tengah Provinsi Kalimantan Selatan dan Toli-Toli Provinsi Sulawesi Tengah.


Usai menerima Sertifikat, Husler mengatakan, Hari Malaria Sedunia 2019 itu sebuah kampanye akar rumput yang bertujuan untuk menjaga agar kasus malaria tetap menjadi perhatian Pemerintah daerah, termasuk memobilisasi tambahan sumber daya serta memberdayakan masyarakat untuk mengambil kepemilikan dalam hal pencegahan dan perawatan penyakit malaria.

Husler menambahkan, penyakit malaria tidak menular antar manusia. Menyentuh orang yang terinfeksi tidak akan menyebarkan virusnya. "Saya memang telah memerintahkan dinas terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan agar aktif mensosialisasikan di masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan agar terhindar dari penyakit malaria. salah satu langkah yang ditempuh Pemerintah selain fogging, juga dengan membagikan kelambu gratis kepada warga di beberapa daerah yang rawan malaria," jelasnya.

Peringatan Hari Malaria Sedunia ini dihadiri Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, dan sejumlah Gubernur se-Indonesia. (hms/ikp/kominfo)

Bupati Luwu Timur Hadiri Temu Karya Nasional di Bali

Diposkan oleh On 20 Oktober with No comments


BALI, Batarapos.com
Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler, didampingi istri, Hj. Puspawati, menghadiri Temu Karya Nasional gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa dan Kelurahan (Pindeskel 2018) di kawasan Garuda Wisnu Kencana, Bali, Jumat (19/10/18).


Temu Karya Nasional ini resmi dibuka Presiden RI, Joko Widodo, didampingi ibu Iriana. Turut hadir pula Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sanjojo dan Gubernur Bali, Wayan Koster.


Dalam sambutannya, Presiden RI, Joko Widodo, meminta agar pembangunan infrastruktur itu harus terkoneksi dari pusat hingga kedaerah. Menurutnya, Pemerintah Pusat akan membangun infrastruktur yang berskala besar namun harus didukung oleh Pemerintah Daerah.


"Pembangunan tol yang dilakukan harus didukung dengan memperbaiki jalan Provinsi, Kabupaten, Kecamatan hingga jalan Desa. Ini yang namanya terkoneksi," katanya.

Presiden Jokowi juga meminta agar Pemerintah Daerah sudah mulai mengadaptasi berbagai teknologi untuk meningkatkan layanan. Menurutnya, sudah cukup banyak aplikasi yang tersedia yang bisa dimanfaatkan.

"Pemerintah harus mulai mengadaptasi teknologi. Kalau tidak, kita akan kesulitan untuk bersaing dengan negara lain. Ini harus bisa di antisipasi," katanya.

Kedepan, kata Jokowi, Pemerintah Pusat juga akan menyiapkan anggaran untuk kelurahan.

Keikutsertaan Luwu Timur di ajang Temu Karya Nasional ini karena merupakan utusan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebagai salah satu juara tingkat Provinsi pada ajang lomba TTG.


Warga Luwu Timur, Sarno, meraih juara II TTG dengan menciptakan Alat Pemanjat Anti Merosot, dan keberhasilan kelompok Tompeasa meraih juara harapan II TTG karena mereka berhasil membangun mesin pencacah dan pencampur bahan kompos. (hms/ikp/kominfo)


Husler Terima Penghargaan sebagai Pembina Umum Terbaik  Karang Taruna Tingkat Nasional Di Bali

Diposkan oleh On 26 Januari with No comments


Denpasar, Batara Pos
Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler kembali mendapatkan anugerah penghargaan, kali ini Ia menerima anugerah sebagai Pembina Umum Terbaik Karang Taruna Kabupaten/Kota 2017 tingkat nasional. Anugerah yang diberikan itu dalam bentuk piagam penghargaan diserahkan langsung Menteri Sosial RI H. M. Idrus Marham didampingi Ketua Pengurus Nasional Karang Taruna Didik Mukrianto bersama 48 penerima lainnya yang terdiri dari Gubernur, Bupati/Walikota, dan Mitra CSR Dunia Usaha pada Malam Penganugerahan Adhitya Karya Mahatva Yodha 2017 di Ballroom Hotel Sanur Paradise - Prime Plaza Hotel,  Sanur,  Kota Denpasar Provinsi Bali, Kamis, (25/01/2018).


Keberhasilan Bupati Luwu Timur memperoleh penghargaan ini tidak terlepas dari penilaian pengurus Karang Taruna Kabupaten Luwu Timur atas capaian dalam membangun kemitraan dengan Pengurus Karang Taruna Kabupaten serta pembinaan dan pemberdayaan ditingkat kecamatan dan Desa/kelurahan, baik itu dari koordinasi, kerjasama program, peningkatan kapasitas maupun komunikasi serta dukungan moril dan materil. 

Usai menerima anugerah, Bupati Luwu Timur mengatakan penghargaan yang diterimanya itu dipesembahkan kepada seluruh lapisan pemuda yang ada di Kabupaten Luwu Timur, pasalnya para pemuda, terutama yang bergabung  di bawah Karang Taruna senantiasa mendukung seluruh program pembangunan di Kabupaten Luwu Timur. 


"Anugerah yang saya terima ini tentunya semakin memotivasi untuk merangkul para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna untuk bersama-sama membangun Kabupaten Luwu Timur,  apalagi pemuda merupakan pelopor masa depan bangsa yang nantinya akan menjadi pemimpin di masa depan," kata Husler. 

Oleh karenanya Husler berharap dengan anugerah yang diterima ini semakin memotivasi seluruh pemuda di Kabupaten Luwu Timur untuk memberikan yang terbaik ke depannya.


Diakuinya, untuk memperoleh penghargaan ini tidak mudah, bahkan di Sulawesi Selatan sendiri, hanya  Bupati Enrekang dan Bupati Maros yang menerima penghargaan yang sama. 


Pada Malam Penganugerahan Adhitya Karya Mahatva Yodha Award 2017,  Bupati Luwu Timur turut didampingi Kadis Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Luwu Timur, Sukarti dan Ketua Karang Taruna Kabupaten Luwu Timur Bakratang.(HS)

Selamat, Luwu Timur Masuk Kawasan Pedesaan Prioritas Nasional

Diposkan oleh On 25 November with No comments


Bali. Batara pos
Kabupaten Luwu Timur masuk sebagai salah satu daerah pengembangan Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN). Program KPPN ini merupakan program lintas sektor antara Kemenko PMK, KPN/Bappenas, Kementerian PUPR, Kementerian Desa PDTT, dan Kementerian ATR.
Masuknya Luwu Timur sebagai salah satu kawasan prioritas nasional ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama komitmen pengembangan KPPN oleh Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler saat menghadiri Sarasehan Nasional  yang diselenggarakan di Denpasar, Bali, Kamis malam, (23/11/2017). 

     Selain Luwu Timur, ada sembilan daerah lainnya yang juga masuk kawasan prioritas nasional yakni Morowali, Sindereng Rappang, Empat Lawang, Dompu, Banjar, Mempawah, Toba Samosir, Pakpak Bharat, dan Berau.

Penandatanganan kesepakatan ini juga disaksikan oleh Kepala Badan Pengembangan Infrstruktur Wilayah, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ridho Matari Ichwan dan Asdep Pemberdayaan Kawasan Perdesaan, Kemenko PMK, Awal Subandar.


Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler mengaku sangat berbangga. Pasalnya desa di Luwu Timur masuk sebagai salah satu kawasan prioritas nasional. Itu artinya pembangunan disektor pedesaan akan meningkat tidak hanya infrastruktur namun juga sektor pertanian yang akan menopang ekonomi masyarakat. 

"Desa-desa di Luwu Timur akan menjadi lebih berkembang. Apalagi sudah ada masterplan atau model pengembangannya" kata Husler, Jumat (24/11/2017). 

Untuk Sulawesi Selatan, kata Husler hanya dua daerah yang masuk kawasan perdesaan prioritas nasional yakni Kabupaten Luwu Timur dan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap)  

Sebelumnya, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Kawasan yang diwakili oleh Asisten Deputi (Asdep) Bidang Pemberdayaan Kawasan Perdesana, Kemenko PMK, Awal Subandar mengatakan dengan masuk sebagai kawasan perdesaan prioritas nasional akan memperoleh beberapa manfaat, antara lain: pertama, program-program Kementerian/Lembaga diharapkan akan lebih mudah untuk menjangkau hingga ke desa-desa; Kedua, meningkatkan efisiensi dan efektifitas pemanfaatan infrastruktur, sarana dan prasarana; Ketiga,  meningkatkan etos kerja dan gotong royong dalam mencapai tujuan bersama; Keempat, meningkatkan produktifitas dan nilai tambah untuk kesejahteraan rakyat.


“Pengembangan KPPN akan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan secara keseluruhan, memperkuat konektivitas desa-kota. Sekaligus mendorong pembangunan desa-desa dan kawasan sekitarnya yang saat ini masih berstatus sebagai desa berkembang dan tertinggal,” ujarnya.

Namun demikian, Awal menilai, tekad dan partisipasi daerah menjadi modal utama pembangunan kawasan perdesaan. Tanpa kemauan dari masyarakat setempat dan Pemerintah Daerah, pembangunan kawasan perdesaan menjadi pusat pertumbuhan tidaklah terwujud.

Terkait dengan masterplan pembangunan kawasan perdesaan, menurut Awal, daerah harus ambil masterplan tersebut. Masterplan bukan lagi milik BPIW, ATR, Kemendes PDTT, Bappenas, dan Kemenko PMK, maupun pemerintah pusat. Masterplan kepemilikannya ada pada daerah masing-masing yaitu Bupati dan jajarannya.(HS)