Wotu, Batara Pos
Soal investigasi yang dilakukan dua orang anggota DPRD Luwu Timur yakni Irmanto Hafid dan Saharuddin, SH terhadap pemeliharaan jalan Pelita Dusun Sumbernyiur, Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, Luwu Timur, dengan volume panjang 1.100 meter dan anggaran senilai 60 juta, Jumat (6/4/18) sekitar pukul. 15.00 wita.
Dalam investigasi kedua anggota DPRD yang berlangsung, mereka mempertanyakan keberadaan papan proyek, perusahaan yang mengelola, surat perintah kerja, serta jumlah kubikasi yang digunakan dalam penimbunan tersebut, sementara sebelumnya telah diketahui jika penimbunan tersebut merupakan pemeliharaan yang dikerja secara swakelola.
Baca Juga :
- Disela-Sela Kepadatan Tugasnya, Bupati Lutim Sempatkan Kunjungi Warganya Yang Terkena Gizi Buruk
- DPRD Lutim Monitoring Pelaksanaan APBD TA 2018 Di Kecamatan Wotu
- Husler Kunjungi Warganya Yang Menjadi Korban Kebakaran
- IKA SMP Mangkutana Ikut Ramaikan HUT RI Ke-74
- Wabup Irwan Dampingi Dirjen Kementerian LHK RI Pantau Limbah PT. Vale
- Husler Hadiri Perayaan Odalan Umat Hindu di Kalaena
Namun yang sangat disayangkan, pernyataan salah satu anggota DPRD ini yang mempojokkan pemuda khususnya yang tergabung dalam organisasi Generasi Muda Sumbernyiur GEMSI, saat dijawab soal anggaran yang sedikit dengan volume yang lumayan panjang, yang semata pemuda ingin membangun tanpa mengejar keuntungan dari pemberdayaan tersebut.
"Jangan mi bawa namanya generasi pemuda disini, pekerjaan ini, buat apa dikerja kalau rugi, wah...kalau membangun ji jangan mi, justru yang dibangun disana itu banyak yang konplain'i, kalau ada yang dibangun konplain kesana kemari, adakah yang membangun kalau begitu, jangan mi" ungkap Irmanto Hafid selaku Anggota DPRD kepada Pemuda di lokasi penimbunan.
Setelah kunjungan Investigasi, melalui via handpone, Anggota DPRD Luwu Timur (Saharuddin, SH) meminta maaf kepada ketua Umum GEMSI (Hasmin Syarif) menurutnya kehadirannya dilokasi kegiatan sore tadi merupakan kegiatan tak terduga, dimana dirinya hanya diajak oleh rekannya (Irmanto Hafid) saat pulang kerja.
"Saya minta maaf, itu tadi bukan kunjungan Investigasi sebenarnya, hanya tadi pas di jalan pulang dari malili, Manto ajak saya untuk ke situ jadi saya ikut saja" ungkap Saharuddin sembari memohon maaf.
"Kalau saya pelajari tadi itu bahasanya manto, tidak ada jikah dendam pribadi, karena lain lain caranya bertanya bah" sambung saharuddin.
Ketua Umum GEMSI (Hasmin Syarif) mengapresiasi kinerja anggota DPRD Luwu Timur Dapil Wotu-Burau, menurutnya tindakan kedua anggota DPRD inilah yang sangat dirindukan masyarakat, meski tidak mendengar jeritan masyarakat mereka turun langsung, dan jangan anggaran milyaran, anggaran puluhan juta pun jadi target investigasi meski belum saatnya investigasi, harapan Hasmin untuk anggota DPRD khususnya wakil kecamatan wotu agar terus rajin turun lapangan, masih ada banyak keluhan masyarakat termasuk permohonan pembangunan plat duecker sebanyak 3 unit yang sudah hampir 20 tahun dinantikan masyarakat, dan krisis jalan tani.
"Pribadi saya sangat mengapresiasi kinerja anggota DPRD seperti yang dilakukan saudara saudara saya itu, tanpa mendengar jeritan rakyat pun mereka turun investigasi meski belum saatnya, semoga wakil yang terhormat kita terus melihat kondisi rakyat, kebetulan masih ada yang prioritas yang sudah hampir 20 tahun dirindukan warga petani yakni pembangunan plat duecker dan krisisnya jalan tani, semoga ini bisa dijemput dan semoga bukan juga oknum anggota dewan yang kelolah nantinya, sehingga papan proyeknya bisa terpasang, jangan seperti pembangunan drainase di lorong sumbernyiur, yang konon dikelola oknum anggota dewan sudah FHO tapi papan proyeknya tidak perna terpasang sampai sekarang, kasihan rakyat jika harus harus seperti itu, terkait mekanisme pengelolaan biaya pemeliharaan yang sifatnya emergenci, tentunya kalau orang pintar pasti paham mekanismenya" harap Hasmin
Laporan : Tim
Editor : Astri