101 Masyarakat dan Pedagang Tolak Ritle Moderen Di RSUD I Lagaligo, Dirut : Bukan Ritle Modern Tapi Koperasi - Batara Pos

Peduli Kasih Batarapos


101 Masyarakat dan Pedagang Tolak Ritle Moderen Di RSUD I Lagaligo, Dirut : Bukan Ritle Modern Tapi Koperasi

Diposkan oleh On 03 Januari with No comments

Baca Juga :


Wotu, batarapos

Isu mengenai pembangunan Usaha Ritle modern di Area Rumah Sakit Umum Daerah Ilagaligo Luwu Timur, menuai kecaman, dan penolakan dari 101 orang masyarakat dan pedagang sekitar RSUD I Lagaligo yang membubuhi tandatangan pada berita acara penolakan tersebut.

Pasalnya, pembangunan Ritle modern tersebut yang hampir usai pembangunannya dapat menjadi hambatan di beberapa aspek, Terlihat jelas  bahwa sekitaran rumah sakit ada banyak penjual pasar lokal yang menggantungkan kehidupannya pada penghasilan kios, kata pedagang

Menurut salah satu Warga (Galang Saputra) bahwa Jika Ritle Modern ini dijalankan maka ada pedagang mau bergantung hidup pada siapa.

"Jika Ritle moderen dijalankan maka kami mau bergantungan hidup sama siapa..?"  Tutur Pemuda itu.

Sejalan dengan itu Ketua Ham-Lutim Batara Guru Rian Irawan sangat mengecam pembangunan Ritle Modern di RSUD Ilagaligo

 "Apakah tidak ada tinjauan Sosial sebelum melaksanakan Program? Jika berjalan, niscaya akan mengancam Pendapatan masyakat sekitar, belum lagi kalau ada anggota keluarga yang kuliah, biayanya mau dibayar pakai apa? Atau mau Cetak pengangguran lagi? Miris juga" tuturnya dengan kesal.

Dikonfirmasi terpisah, Dirut RSUD I Lagaligo (dr.Rosmini Pandin) menjelaskan bahwa tidak ada ritle moderen, menurutnya hanya berupa koperasi, yang mana hal tersebut merupakan permintaan serta keluhan pasien dan keluarga pasien yang kerap diterima pihak RSUD I Lagaligo.

"Tidak ada Ritle modern, yang ada hanya koperasi Rumah Sakit, ini semua karena keluhan pasien dan keluarga pasien yang kita terima selama ini, kasihan jika harus keluar jauh nyebrang jalan untuk kebutuhan apalagi kalau sudah larut malam, jadi intinya ini hanya koperasi Rumah Sakit" Jelasnya

Laporan : HS
Editor : Andi tenri Ajeng
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »