Baca Juga :
LUWU TIMUR, BTRpos
Sebelumnya Media ini memberitakan terkait adanya “permintaan berkedok dana safety angsuran kredit pegawai” yang melibatkan Bendahara Dinas Pendidikan Luwu Timur, dan pihak Bank rekanan pemerintah, hal tersebut dikemukakan ibu “E” kepada Batarapos, dimana ibu “E” mengungkapkan jika dirinya dimintai Dana safety sejumlah tiga bulan angsuran, oleh Bendahara Diknas untuk ditransfer ke Rekening pribadi Bendahara, guna persiapan ketika suatu saat ibu “E” lambat dalam penyetoran, dana tersebut berfungsi menutupi keterlambatan setoran, namun yang membuat ibu “E” resah, kenapa mesti Dana tersebut di setorkan ke Rekening pribadi Bendahara, apakah ada jaminan dana tersebut akan aman, dan kemana dana tersebut nantinya ketika ibu “E” tidak mengalami keterlambatan.
Mendengar kabar tersebut, Bendahara Dinas Pendidikan luwu timur, membantah keras pernyataan ibu “E” dirinya menyayangkan pernyataan yang diungkapkan ibu “E” sebagaimana penjelasannya kepada Batarapos melalui via handpone bahwa dirinya tidak pernah meminta Dana tersebut untuk di transfer ke Rekening pribadinya melainkan menyuruh ibu “E” untuk menyimpannya sendiri di Rekening pribadinya “saya tidak pernah menyuruh transfer ke Rekening pribadi saya, saya hanya minta agar dia simpan di Rekeningnya, buat antisifasi saja, mana tahu ada keterlambatan, lagi pula ibu “E” melakukan transaksi Kredit di salah satu Bank tanpa tanda tangan saya, sedangkan prosedurnya harus ada tanda tangan saya selaku mengetahui, apalagi Ibu “E” memiliki dua kredit di Bank yang berbeda, jadi intinya saya siap dipertemukan dengan ibu “E” meski di rana hukum” jelasnya
Sementara ditempat terpisah ibu “E” kepada Batarapos juga tetap dengan peryantaannya, dirinya mengatakan jika apa yang di sampaikannya itulah yang sebenarnya bahwa Bendahara meminta dana Safety tersebut untuk di simpan di rekening pribadinya namun permintaan tersebut tidak dipenuhinya hingga saat ini.
Wakil Bupati Luwu Timur (Irwan Bachri Syam) juga melalui via Handpone mengatakan kepada Batarapos, bahwa beliau telah memangggil bendahara Diknas untuk dimintai keterangan terkait pemberitaan tersbeut, namun kata Irwan, Bendahara Diknas membantah keras pernyataan ibu “E” yang ada pada pemberitaan sebelumnya “dia (bendahara) tidak mengakui tudingan tersebut, justru dia membantah keras pernyataan ibu “E” meski begitu, saya akan berupaya memanggil keduanya, untuk dimintai penjelasan masing-masing, dan saya upayakan dalam waktu dekat ini” kata Irwan (Red...HS
Sebelumnya Media ini memberitakan terkait adanya “permintaan berkedok dana safety angsuran kredit pegawai” yang melibatkan Bendahara Dinas Pendidikan Luwu Timur, dan pihak Bank rekanan pemerintah, hal tersebut dikemukakan ibu “E” kepada Batarapos, dimana ibu “E” mengungkapkan jika dirinya dimintai Dana safety sejumlah tiga bulan angsuran, oleh Bendahara Diknas untuk ditransfer ke Rekening pribadi Bendahara, guna persiapan ketika suatu saat ibu “E” lambat dalam penyetoran, dana tersebut berfungsi menutupi keterlambatan setoran, namun yang membuat ibu “E” resah, kenapa mesti Dana tersebut di setorkan ke Rekening pribadi Bendahara, apakah ada jaminan dana tersebut akan aman, dan kemana dana tersebut nantinya ketika ibu “E” tidak mengalami keterlambatan.
Mendengar kabar tersebut, Bendahara Dinas Pendidikan luwu timur, membantah keras pernyataan ibu “E” dirinya menyayangkan pernyataan yang diungkapkan ibu “E” sebagaimana penjelasannya kepada Batarapos melalui via handpone bahwa dirinya tidak pernah meminta Dana tersebut untuk di transfer ke Rekening pribadinya melainkan menyuruh ibu “E” untuk menyimpannya sendiri di Rekening pribadinya “saya tidak pernah menyuruh transfer ke Rekening pribadi saya, saya hanya minta agar dia simpan di Rekeningnya, buat antisifasi saja, mana tahu ada keterlambatan, lagi pula ibu “E” melakukan transaksi Kredit di salah satu Bank tanpa tanda tangan saya, sedangkan prosedurnya harus ada tanda tangan saya selaku mengetahui, apalagi Ibu “E” memiliki dua kredit di Bank yang berbeda, jadi intinya saya siap dipertemukan dengan ibu “E” meski di rana hukum” jelasnya
Sementara ditempat terpisah ibu “E” kepada Batarapos juga tetap dengan peryantaannya, dirinya mengatakan jika apa yang di sampaikannya itulah yang sebenarnya bahwa Bendahara meminta dana Safety tersebut untuk di simpan di rekening pribadinya namun permintaan tersebut tidak dipenuhinya hingga saat ini.
Wakil Bupati Luwu Timur (Irwan Bachri Syam) juga melalui via Handpone mengatakan kepada Batarapos, bahwa beliau telah memangggil bendahara Diknas untuk dimintai keterangan terkait pemberitaan tersbeut, namun kata Irwan, Bendahara Diknas membantah keras pernyataan ibu “E” yang ada pada pemberitaan sebelumnya “dia (bendahara) tidak mengakui tudingan tersebut, justru dia membantah keras pernyataan ibu “E” meski begitu, saya akan berupaya memanggil keduanya, untuk dimintai penjelasan masing-masing, dan saya upayakan dalam waktu dekat ini” kata Irwan (Red...HS


