Baca Juga :
WOTU, BTRpos
Desa Rinjani merupakan pemekaran Desa
Karambua yang mana sebagian wilayah Desanya juga sebelumnya merupakan wilayah
Desa Lampenai Kec. Wotu, salah satunya Dusun Sumali, yang terbagi atas 3 RT,
tak dapat dipungkiri jika Dusun ini sejak masih dalam wilayah Desa Lampenai
juga terdapat satu gunung yang merupakan gunung kebanggan Desa Lampenai yakni
Gunung Lampenai, yang seiring terpisahnya dari Lampenai gunung ini juga telah
berganti nama menjadi Gunung Rinjani.
Seiring pula berkembangnya Luwu Timur
dengan adanya berbagai sumber Dana yang dikucurkan ke Desa untuk pembangunan
Desa, harapan itu pulalah yang tercurah oleh masyarakat Dusun Sumali yang kini
dalam naungan Desa Rinjani, agar Dusunnya dapat berkembang mengingat Dusun
tersebut terdapat berbagai sumber penghasilan, seperti tambak, perkebunan, dan
persawahan. Namun yang menjadi pertanyaan saat ini, sesuai dengan adanya RAB
yang menyatakan bahwa di Dusun Sumali RT.3 Desa Rinjani telah terealisasi
pengkrikilan jalan senilai Rp.130.000.000,- yang dianggarkan melalui Dana
BK-PIPP tahun 2015 lalu, beserta pembentukan badan jalan dengan Dusun dan RT
yang sama senilai Rp.70.000.000,- namun sejauh pantauan dan hasil konfirmasi
awak media terkait keberadaan anggaran tersebut, sama sekali tidak ditemukan
adanya pengkrikilan jalan di RT.3 yang dimaksud sejak tahun 2015 lalu apalagi
yang dianggarkan melalui dana BK-PIPP.
Parahnya lagi seorang kepala Dusun
Sumali (Sumaharjo) sejauh ini tidak mengetahui adanya anggaran di RT tersebut,
saat disambangi dikediamannya Kadus tidak tahu menahu “tidak ada pengkrikilan
jalan di RT.3 pada tahun 2015, yang ada di krirkil di RT.3 itu merupakan
swadaya masyarakat, yang tidak menggunakan anggaran Desa apalagi dana BK-PIPP,
mungkin salah alamat itu, dulu ada di Krikil tapi RT.1 itupun Dana APBD bukan
Dana Desa” kata Kadus Sementara Bendahara Desa Rinjani (Yunita) dengan
transparannya menunjuk bahwa inilah Daftar kegiatan BK-PIPP tahun 2015 di Dusun
Sumali “ini daftarnya pak, silahkan bapak cek langsung ke lokasi” jelasnya,
namun setelah ditanyai terkait sejauh mana kondisi pengkrikilan tersebut sontak
Yunita menjawab “maaf pak saya tidak pernah lihat fisiknya, saya tahunya hanya
menyalurkan Dana dan menyimpan arsip saja, sepenuhnya Kepala Desa yang tahu”
jawabnya Berselang beberapa jam, Kepala Desa Rinjani yang dengan terpaksa di
Konfirmasi malaui via sms karena sulitnya ditemui di kantor, terkait keberadaan
pengkrikilan tersebut sampai saat ini belum membalas pertanyaan tersebut
melalui via sms, sementara Kepala Kecamatan Wotu, Awalauddin Anwar juga
dikonfirmasi melalui via handpone, juga hanya menjawab jika hal tersebut agar
di komunikasikan ulang kepada Kepala Desa terkait “coba ki’ komunikasi dengan
pak Desa dulu” katanya Ditempat terpisah, masyarakat juga heran dengan adanya
anggaran pengkrikilan di RT.3 tersebut, seperti yang diungkapkan warga yang
engggan dikorankan namanya bahwa “ tidak pernah ada pengkrikilan tahun 2015
yang dianggarkan dari Dana BK-PIPP, kalau pembentukan badan jalan ada, itupun
parah, karena ada yang menyempit, dan tidak begitu rata, maslah pengkrikilan
tidak ada, yang ada hasil swadaya masyarakat sekitar 10 truck, untuk menutup
jalan yang becek” ungkapnya. (Red...HS)


