Sulut - Batara Pos

Peduli Kasih Batarapos


Forum Diskusi BPK Di Manado, Husler Tekankan Inspektur Proaktif Cari Solusi Atas Rekomendasi BPK

Diposkan oleh On 29 Januari with No comments


Manado, Batara Pos
Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler menghadiri diskusi kelompok terarah penyelesaian tindak lanjut rekomendasi Hasil Pemeriksaan BPK dan Permasalahannya.  Diskusi tersebut juga diikuti seluruh Kepala Daerah dan Inspektur Se-Kepulauan Sulawesi. Acara ini dibuka Anggota VI, Dr. H. Harry Azhar Aziz didampingi Auditor Utama Keuangan Negara VI, Dory Santosa. 

Dalam rapat tersebut, Bupati Luwu Timur didampingi Sekertaris Daerah, Bahri Suli dan Inspektur, Salam Latief yang dipusatkan di Hotel Sintesa Peninsula Jl. Jend Sudirman Gunung Wenang Pineasaan, Wenang Kota Manado, Sulawesi Utara, Senin (29/01/2018).


Sambutan Anggota VI BPK RI, Dr. H. Harry Azhar Aziz saat membuka rapat tersebut mengatakan aparat penegak hukum tidak boleh masuk sebelum 60 hari masa yang berikan oleh BPK kepada kepala daerah untuk menyelesaikan rekomendasi tersebut. 

"Kalau sampai hari ke 61 rekomendasi yang diberikan BPK tidak ditindaklanjuti Kepala Daerah, maka aparat penegak hukum diperkenankan untuk melakukan investigasi," jelasnya.

Lanjut Harry, biasanya hasil temuan BPK itu yang paling sering terjadi adalah persoalan aset. Menurut Harry, persoalan aset ini hampir setiap daerah punya masalah oleh karena itu sangat penting diskusi ini dilakukan agar ada solusi yang  bisa dihasilkan bersama. 


Secara umum, setidaknya ada delapan kendala yang menghambat penyelesaian tindak lanjut. Pertama, Kepala Daerah tidak memiliki komitmen untuk menyelesaikan hasil pemeriksaan, kedua pengembalian kerugian negara macet, ketiga rekomendasi yang penerapannya sudah tidak relevan saat ini, ke empat putusan pengadilan perkara pidana berbeda dengan rekomendasi. 

Selanjutnya subjek tidak diketahui keberadaannya, ke enam subjek (pelaku) dan objek (kasus terkait) dalam proses peradilan, ke tujuh kas tekor tidak diproses TP serta pengembalian kas daerah belum dilaksanakan dan terakhir, perubahan organisasi atau fungsi. 

"Inilah delapan kendala yang harus didiskusikan lebih lanjut agar proses tindak lanjut temuan bisa di selesaikan," katanya. 

Sementara Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler usai menghadiri pembukaan acara diskusi tersebut menekankan kepada Inspektur agar segala kendala yang dihadapi pemerintah daerah bisa di selesaikan dalam forum diskusi ini. Menurutnya dengan bimbingan BPK diharapkan tidak ada lagi masalah atau temuan pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang tidak di selesaikan. (HS) 

Husler Dan Indah Kunjungi Bunaken, Husler : Potensi Wisata Bunaken Bisa di Adopsi di Luwu Timur

Diposkan oleh On 29 Januari with No comments


Manado, Batara Pos
Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler menyempatkan meninjau langsung salah satu objek wisata andalan Kota Manado, Bunaken. Kunjungan itu disempatkan Husler usai mendarat pagi tadi di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado Sulawesi Utara, Minggu (28/01/2018). 

Sejatinya kunjungan Bupati Luwu Timur ke Kota Manado dalam rangka sarasehan penyelesaian tindak lanjut rekomendasi Hasil Pemeriksaan BPK dan Permasalahannya.  Sarasehan tersebut diikuti seluruh Kepala Daerah dan Inspektur Se Sulawesi yang di pusatkan di Hotel Sintesa Peninsula Jl. Jend Sudirman Kota Manado, Sulawesi Utara, Senin, 29 Januari 2018.


Dalam lawatan singkat ke Bunaken itu, Husler juga mengajak serta Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani. Hadir pula Sekda Luwu Timur, Bahri Suli, Inspektur Luwu Timur, Salam Latief, Inspektur Luwu Utara, Hasyir. Rombongan menikmati wisata terumbu karang dan santap siang di pulau tersebut.


"Saya amati, potensi bunaken ini, bisa dikembangkan di Luwu Timur seperti pulau Bulupoloe ataupun danau Matano. Yang utama itu manajemen pengelolaannya harus bagus, dan saya yakin ini bisa dijalankan," kata Husler disela-sela kunjungan wisatanya.

Namun untuk mengembangkan wisata, kata Husler selain dari pemerintah, dukungan investor sangat dibutuhkan agar pengelolaannya bisa lebih maksimal lagi.

"Sambil wisata, kita amati mana yang bisa kita kembangkan di Luwu Timur," kunci Husler. (HS).