Baca Juga :
Burau, Batara Pos
Sekilas Desa Jalajja terlihat maju dari segi ekonomi masyarakat, namum siapa sangka jika Desa ini ternyata masih banyak terdapat warga yang tergolong ekonomi menengah ke bawah atau yang dikenal dengan masyarakat kurang mampu.
Rata-rata masyarakat kurang mampu berprofesi sebagai buruh tani dan pengumpul batu disungai, sebagaimana pantauan batarapos menyusuri sepanjang lorong-lorong Desa Jalajja.
Program bedah rumah bersumber APBD yang tersalur secara bertahap rasanya tak cukup dari 202 rumah layak bedah di Desa ini, sehingga pemerintah Desa mengalokasikan Dana Desa T.A 2018, sebanyak 30 unit rumah dengan masing-masing bantuan sebanyak Rp.5.000.000,- per rumah khusus perbaikan atap.
"Hasil pendataan pemerintah Desa, terdapat 202 rumah layak bedah yang merupakan skala prioritas, jika kita mengandalkan APBD yang alokasinya hanya 10 rumah per tahun sangat tidak cukup, sehingga kita musyarawakan mengalokasikan DD 5 juta per rumah sebanyak 30 rumah untuk tahun ini secara bertahap" ungkap Kades Jalajja
Kades Jalajja (Sairul Sira) juga mengatakan jika memang secara sepintas terlihat Desa Jalajja sudah mandiri dari segi ekonomi masyarakat namun jika ditelusuri hingga ke pelosok lorong Desa, masih banyak rumah-rumah warga yang nyaris rubuh.
" memang kalau sepintas dan dilihat dati luar saja, masyarakat kami sudah mapan dari segi ekonomi, tapi coba jalan hingga ke pelosok lorong, disitu terdapat banyak rumah warga yang nyaris rubuh, hal tersebut dikarenakan mereka hanya kerja sebagai buruh tani dan pengumpul batu di sungai, yang cukup untuk makan sehari hari, terkadang tidak mencukupi" Kata Sairul Sira kepada Batarapos
Laporan : A.Apr
Editor : Astri