Baca Juga :
Makasar, BTRpos
Tiga dari tahanan Lapas Kelas 1 Makasar yang menghuni Blk A.1 kamar 10 melarikan diri, salah satunya Iqbal alias Balla yang menggegerkan Luwu Timur dan sekitarnya bebarapa waktu lalu, yang mana pelaku di vonis hukuman mati atas perbuatannya melakukan penganiayaan berat serta menyebabkan kematian, aksi yang dilakukan yakni menusuk alat vital wanita dengan benda tajam (pisau) sehingga masyarakat menjulukinya dengan sebutan kolor ijo.
Ketiga tahanan yang kabur pertama kali diketahui oleh Mathius. P (49) salah satu anggota jaga regu 1, menurutnya sekitar pukul. 06.10 wita, sebelum meaksanakan tugas piket jaga pagi ia mengecek seluruh kamar tahanan lapas dan semua dalam keadaan terkunci, setelah mengecek kamar tahanan, ia menemukan sarung di tembok bagian dalam pos 2 dalam keadaan tersambung, sehingga ia bergegas keluar lapas tepatnya di samping rumah Tahang (Kepala Keuangan Lapas makasar) dan menemukan tali jemuran yang diujungnya terdapat kaitan besi tersangkut di atas Pos 2.
Menemukan hal tersebut Mathius langsung mendatangi Arfin (Komandan Jaga Lapas Makasar) dan menceritakan semuanya sembari mengatakan “sepertinya ada tahanan yang lari” ia pun kembali mengecek satu per satu kamar dan menemukan kamar 10 sudah tidak berpenghuni dan langsung melaporkan temuan tersebut ke komandan jaga, ia memperkirakan ketiga tahanan kabur dini hari dengan memotong trali sel menggunakan gergaji besi selanjutnya kabur melalui pos 2 dengan menggunakan sarung dan tali jemuran.
Sementara keterangan saksi lain yakni Muh.Juritno (22) sesama Napi menerangkan bahwa sebelumnya sekitar pukul. 23. 00 wita, ia di panggil oleh Tajrun Kalibaren alias Arun dan Iqbal alias Balla (Tahanan Kabur), untuk menyuruhnya membeli rokok Marlboro di Blok. B.1 dan memberinya uang 10 ribu, selnajutnya sekitar pukul. 01.00. dini hari, Tajrun kembali memanggilnya dengan suruhan yang sama dan menyerahkan uang 5 ribu, namun saat itu ia tidak melihat dua tahanan lainnya yakni Iqbal dan Rizal alias Ical karena terhalang oleh kelambu” terangnya
Keterangan saksi lain yakni Supirman Dg.Siaja (36) sesama Napi juga mengatakan bahwa, sekitar pukul. 24.00. wita, ia di panggil oleh Tajrun alias Arun dan meminta rokok sehingga ia memberikan sebungkus roko GL namun lagi-lagi ia tidak melihat dua tahanan lainnya karena terhalang tirai” kata Supirman
Diketahui sekitar 2 pekan lalu Iqbal alias Balla meminta kepada pihak Lapas untuk pindah kamar yang sebelumnya di kamar 4 pindah ke kamar 10 dengan alasan tidak cocok dengan penghuni kamar sebelumnya, dan diketahui pula saat kejadian terdapat 8 orang petugas jaga yang terdiri dari 4 regu, serta ketiga tahanan kabur ini masing-masing Iqbal alias Balla, Rizal Bin Budiman Alias Ical dan Muh. Tajrun Kalibaren Alias Arun. (Drs)


