Masamba, Batarapos.com
Wakil ketua DPRD Luwu Utara, Andi Sukma angkat bicara, menurutnya sejumlah pekerjaan proyek fisik yang dilaksanakan pemerintah daerah kabupaten Luwu Utara dinilai gagal.
Andi Sukma saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan bahwa ada beberapa pekerjaan yang sudah dianggarkan namun gagal dan banyak menuai protes dari masyarakat.
Baca Juga :
"Salah satunya pembangunam jembatan yang berada di Balebo itu sudah dua kali dianggarkan namun gagal dikerjakan. Masa persoalan tender yang gagalkan perencanaan. Seandainya bisa di makan cacing itu ereksi jembatan pasti sudah hancur," kata Andi Sukma, Senin (17/12/18).
Ia bahkan menyebutkan jika pembangunan jembatan ini dua tahun dianggarkan, dimana Tahun 2018 itu dianggarkan kurang lebih Rp. 1 Miliar dan tahun lalu kurang lebih Rp.900 juta.
Selain itu, ada juga lanjutan pengaspalan Tolada Girikusuma itu dicoret dan dipindahkan. padahal jalan ini akses ke sebuah sekolah SMP di Tolada yang mewakili Luwu Utara dan Provinsi Sulawesi Selatan menjadi sekolah rujukan, kenapa pengaspalanya malah di hapus.
"Alasan dipindahkan karena faktor Politik," kata Andi Sukma, Senin (17/12/18).
Bukan itu saja, pembangunan Pagar Sekolah seluwu Utara juga gagal Tender, dan pembangunan IPAL Luwu Utara juga gagal Proses Tender, padahal anggaran sudah siap.
"Pembangunan yang ada di Luwu Utara gagal dari awal, bukti nyata proses perencanaan, proses ADM sampai dengan peroses palaksanaan serta proses lelang, hingga semua kegiatan lambat. Buktinyata Plat Duecker yang ada di Ruas Jalan Tolada Mario, sampai sekarang belum selesai pekerjaannya, yang ukuranya hanya 2x6. Apa itu sebuah penghargaan, jangan hanya DPRD Saja yang mau disalahkan," tegas Andi Sukma.
“Kalau masalah bukti pengawasan kami nyata, ada beberapa material pengaspalan di luwu Utara, saya suruh pulangkan kontraktornya, kalau tak percaya, tanya saja ke Dinas PU Luwu Utara,” tambahnya.
"Ada 26 Truk dari PT. Gangking Raya saya pulangkan pukul 11:00 Malam, karena tingkat Struktur Jalan tidak layak diaspal, pertama, LPB belum diadakan pemadatan yang sesuai, LPA tidak dipadatkan sementara dilakukan Prengkot. Karena sudah berjalan maka dari itu Material Aspal saya pulangkan. Semua tak sesuai teknis Pengaspalan," tegasnya.
Bukti lain, kenapa Luwu Utara selalu mendapatkan WTP, sedangkan sudah 3 tahun Luwu Utara didalam pembahasan Anggaran Perubahan tiap tahunnya, tidak pernah dimuat Anggara Belanja langsung, hanya belanja tak langsung yang dituangkan. Selama periode Pemerintahan ini gawat, kalau kita tidak merasa memiliki dan penuh tanggung jawab," ucapnya. (Iz/Drs)