Baca Juga :
(Gambar Ilustrasi)
Luwu Timur, batarapos.com
Oknum anggota DPRD Luwu Timur inisial (IH) dan (SN) diduga melakukan upaya intervensi terhadap salah satu Kepala Dinas inisial (NH) di ruang kerjanya baru-baru ini.
NH saat dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut, menurutnya hal tersebut hanyalah miskomunikasi, dan hanya keinginan sepihak oknum anggota DPRD yang dimaksud, memerintahkan dirinya agar 5 kelompok nelayan yang akan diberikan bantuan dana hibah berupa mesin perahu agar dibatalkan.
Dijelaskannya bahwa kelompok nelayan yang sudah lama diusulkan oleh oknum anggota DPRD tersebut belum terakomodir sebelum perubahan anggaran akibat beberapa kendala prasyarat termasuk nomenklatur, namun saat ini kelompok tersebut yang diusulkan telah terakomodir di tahun 2019, namun oknum anggota DPRD yang dimaksud memaksakan agar kelompok tersebut diakomodir di perubahan Anggaran tahun 2018 ini.
“Ini hanya miskomunkasi saja, dan keinginan sepihak saja untuk membatalkan penyaluran bantuan dana hibahterhadap 5 kelompok nelayan kalau tidak salah, karena ada kelompok yang diusulkan namun tidak terakomodir di perubahan anggaran tahun 2018 ini, namun tetap sudah terakomodir tapi di tahun 2019 mendatang, kelompok tersebut tidak terakomodir dikarenakan ada beberapa prasayat yang belum memenuhi saat itu termasuk nomenklatur” jelasnya
Sementara kata NH, kelompok yang akan disalurkan bantuannya tidak dapat lagi dibatalkan, dikarenakan kelompok tersebut telah dimasukkan ke dalam APBD perubahan, sehingga tidak dapat lagi dibatalkan.
Kepada batarapos.com, NH juga mengungkapkan bahwa oknum tersebut tidak mengancam maupun bentak-bentak, namun menurut NH oknum yang dimaksud saat meminta hal tersebut sedikit mencak-mencak dan kurang senang, namun hal tersebut dimaklumi NH mengingat kondisi sekarang mencari simpatik sebanyak-banyaknya dalam hal ini memperjuangkan masyarakat.
“Sementara ini tidak bisa lagi dibatalkan karena sudah masuk dalam APBD perubahan tahun ini, tapi tahun depan itu sudah terakomodir, tapi kalau bilang datang bentak-bentak atau mengancam, tidak, hanya saja mencak-mencak seperti kurang senang dan ada semacam tekanan agar dibatalkan bantuan itu” ungkap NH melalui via Handpone.
Dikonfirmasi terpisah, oknum Anggota DPRD yang dimaksud yakni IH dan SN, membantah jika telah melakukan intervensi terhadap NH, dijelaskannya juga bahwa mereka tidak perna mengatakan jika akan menggantikan dengan kelompok lain, sembari mengatakan jika tidak seperti itu kebenarannya.
“Kami tidak pernah melakukan intervensi, dan kami juga tidak pernah bilang mau gantikan dengan kelompok lain, tidak seperti itu kebenarannya” bantahnya melalui via WhatsApp dan via Handpone.
Lima kelompok Nelayan yang dimaksud, tiga diantaranya adalah Kelompok Nelayan Pentomua, yang diketuai oleh (Randi), Kelompok Tosandana di ketuai oleh (Kamal Abdi) dan kelompok Salekoe di ketuai oleh (Ambo Tasri), berada di Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, Luwu Timur.
Laporan : HS
Editor : Astri