Baca Juga :
Masamba. BTRpos
Pelaksanaan ujian pendamping desa yang digelar pada Selasa, 21 Februari,2017 berlangsung sedikit ketat. Ujian yang dilaksanakan di dua tempat, masing-masing di Aula La Galigo Kantor Bupati dan di Aula BAPPEDA, nampak dijaga puluhan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Nampak sejumlah Satpol PP berdiri menjaga pintu masuk.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Misbah, mengatakan adanya sejumlah Satpol PP yang dilibatkan dalam proses ujian pendamping desa tidak lebih pada persoalan keamanan semata. Dikhawatirkan, jelas Misbah, jangan sampai muncul riak-riak sepanjang proses ujian berlangsung. “Kami siapkan Satpol PP untuk menjaga jangan sampai ada riak-riak yang muncul selama tes berlangsung. Jadi intinya hanya persoalan keamana saja,” jelas Misbah.
Misbah, menambahkan, Satpol PP tetap akan bertugas sampai proses tahapan ujian selesai. Kata Misbah, setelah ujian tertulis, peserta ujian masih akan melewati beberapa tahapan tes, di antaranya tes wawancara dan tes Focus Group Discussion (FGD). “Setelah ini kita masih akan melakukan tes wawancara dan FGD, dan Satpol PP masih terus akan menjaga jalannya tes sampai selesai tahapan,” ungkap Misbah.
Mantan sekretaris PMD ini menambahkan, dari 235 peserta ujian yang terdaftar, 10 di antaranya batal ikut karena berbagai alasan. Jadi yang ikut ujian berjumlah 225. Dari 225 peserta akan terpilih 40 terbaik. “Peserta yang ikut ujian kategori Pendamping Lokal Desa berjumlah 235, tapi ada 10 yang batal karena berbagai alasan. Dari 225 nanti akan terpilih 40 yang terbaik,” terang Misbah.
“Untuk kategori pendamping desa, ada 19 peserta yang ikut ujian, dua yang batal, dan yang akan diterima sebanyak lima orang. Untuk tenaga ahli, ada 15 peserta yang ikut, dua batal, dan akan memperebutkan dua quota yang akan lulus,” ungkap Misbah. (Drs/Hms)



